Meski baru memasuki tahun keduanya di kejuaraan Grand Prix, banyak yang memprediksi Pedro Acosta sebagai salah satu favorit gelar Moto2 setelah mendapat promosi bersama KTM Ajo.

Orang pertama yang memenangi gelar pada musim debut Grand Prix sejak Loris Capirossi (1990), Acosta unjuk gigi dengan mencetak rekor lap Moto2 baru pada tes pra-musim Portimao, membuktikan bahwa hype yang muncul bukanlah isapan jempol belaka.

Meski menunjukkan kecepatan pada putaran awal, Acosta gagal mengubahnya menjadi hasil, dengan pembalap Spanyol 18 tahun itu harus menunggu sampai putaran kedelapan untuk finis lima besar pertamanya di Moto2.

Can Toprak Razgatlioglu still WIN the 2022 World SBK title?

Setelah tersingkir dari posisi terdepan di Le Mans (ronde tujuh), Acosta menghasilkan penampilan yang menakjubkan untuk menang di Mugello sebelum naik podium lagi di Sachsenring - balapan akhir pekan yang mendahului kecelakaan latihan yang membuat pebalap berusia 18 tahun itu mengalami patah tulang paha.

Setelah tersingkir dari posisi terdepan di Le Mans, Acosta berhasil membayar kesalahannya dengan menang di Mugello, disusul dengan podium lainnya di Sachsenring di mana ia mengalami patah tulang paha setelah kecelakaan Free Practice

Menganalisis paruh pertama musimnya, Acosta mengatakan: "Ini positif, terlepas dari kenyataan bahwa kami tidak memulai tahun seperti yang kami inginkan. Setelah dua balapan berturut-turut kehilangan poin di Argentina dan Portugal, dan jatuh di Prancis ketika Saya memimpin, kami mampu membalikkan keadaan.

"Kami memasuki liburan musim panas dengan kemenangan, tempat kedua dan pole, jadi kami berada di titik yang kami inginkan, meskipun saya ingin mencapai level itu di awal musim."

“Kami telah menunjukkan bahwa kami memiliki kecepatan, dan kami kuat dalam hal itu. Meskipun memulai dari belakang di beberapa balapan, saya mampu melawan dan finis di posisi yang baik – dan bahkan berjuang untuk menang.

“Kami masih memiliki ruang untuk perbaikan, tetapi penting bagi kami untuk kuat dalam hal kecepatan.”

Apa yang bisa ditingkatkan oleh Acosta

Meski penampilan Acosta di kualifikasi sangat bagus pada beberapa kesempatan, pembalap Spanyol itu merasa peningkatan selama satu lap akan memberinya harapan lebih besar untuk memperebutkan kemenangan.

"Kualifikasi adalah titik di mana kami harus bekerja paling keras," kata Acosta. “Jika kami berhasil menjadi kuat pada hari Sabtu, itu akan menjadi dorongan besar untuk balapan. Kami memiliki kecepatan, tetapi penting bahwa pada hari Minggu kami memulai dari posisi yang baik di grid.”

Acosta: Moto2 tidak semenyenangkan jika itu mudah

Berada dalam posisi teratas untuk mengamankan rookie of the year Moto2, Acosta merasa 2022 sama sekali tidak mudah, namun ia justru menyebut itu jadi faktor yang 'menyenangkan' baginya.

Acosta menyatakan: “Beradaptasi dengan Moto2 tidak semudah yang saya inginkan, tetapi jika mudah, itu tidak akan menyenangkan. Pada akhirnya itu memberi kami motivasi ekstra untuk terus bekerja dan memberikan yang terbaik.

"Saya pikir kami telah mengambil waktu yang diperlukan untuk beradaptasi dan sampai ke tempat kami sekarang ini."