Kehidupan di Moto3 berjalan mulus bagi Pedro Acosta yang berusia 16 tahun hanya dalam tiga balapan.

Pembalap Spanyol itu membuka musim rookie-nya dengan yang finis kedua di Qatar - sebelum memenangkan balapan kedua di Losail dari pit lane - dialnjutkan pertarungan lap terakhir dengan pembalap Leopard Racing Dennis Foggia di Portimao. Dalam waktu tiga balapan saja, pemenang Red Bull Rookies Cup tahun lalu itu sudah terlihat matang.

Transisi mulus Acosta ke kelas Moto3 telah membuat kagum bahkan pembalap yang paling berprestasi seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez, tetapi kredit juga harus diberikan kepada tim Red Bull KTM Ajo, yang merupakan salah satu tim yang paling berprestasi dan dikelola dengan baik di paddock.

Acosta bisa meraih tiga kemenangan berturut-turut pada hari Minggu, yang juga akan menjadikannya empat dari empat pada tahun ini untuk tim, tetapi pembalap Spanyol itu ingin 'bersenang-senang' dan membalap tanpa ekspektasi.

"Saya menghadapi Grand Prix ini tanpa ekspektasi. Saya pikir kami bekerja dengan baik baik di Qatar maupun di Portimao. Tujuan saya adalah bekerja dengan tim dan bersenang-senang setiap kali saya keluar jalur," tambah Acosta.

"Di Qatar kami menjalani tes dan kami menyiapkan motornya lebih banyak, sehingga selama 3 hari terakhir kami hanya perlu menyesuaikan detailnya.

"Di Portugal kami harus memulai dari awal dengan KTM, dan itu membuat saya belajar untuk tidak gugup di Grand Prix lainnya.

"Jerez adalah sirkuit yang sangat saya sukai. Balapan di rumah selalu istimewa dan hasil saya di sana selalu bagus, sayang sekali para penggemar tidak bisa berada di sana."