Mesin Triumph 765cc akan terus menjadi dapur pacu dari motor Grand Prix Moto2 selama tiga musim berikutnya.

Powertrain tiga silinder mengambil alih dari pasokan mesin 600cc Honda sebelumnya pada 2019, bertepatan dengan diperkenalkannya ECU Magneti Marelli yang lebih canggih dengan pemetaan torsi, engine brake, dan launch control.

Perpanjangan kontrak Triumph sebagai pemasok mesin ekslusif Moto2 secara resmi diumumkan jelang Grand Prix Inggris di Silverstone.

“Ini merupakan kesuksesan bagi Triumph di setiap dimensi, dan kami berkomitmen untuk mengembangkan kinerja mesin 765 triple Moto2 dan kami memiliki rencana peningkatan untuk 2022 dan 2023,” kata Steve Sargent, Triumph CPO.

“Kami berharap Anda akan terus melihat lebih banyak pemecahan rekor putaran dan kecepatan tertinggi, dan terus melihat Moto2 sebagai tontonan balap yang menarik.”

Sebelumnya, kelas menengah Grand Prix memakai motor dua tak 250cc dari 1949 sampai 2009, dengan Honda menjadi pemasok awal mesin Moto2 pada tahun 2010.

Dunlop menjadi pemasok ban tunggal, dan meski tidak ada batasan pada kompetisi sasis, Kalex menjadi favorit di kelas Moto2 dengan 22 entri. Boscoscuro (sebelumnya Speed Up) memasok empat pembalap, ditambah dua entri masing-masing untuk sasis NTS dan MV Agusta.

Terakhir kali sasis selain Kalex memenangkan gelar pebalap Moto2 adalah ketika Marc Marquez berjaya di atas Suter pada 2012.