Sam Lowes mengkonversi pole position keduanya berturut-turut menjadi kemenangan ketiga berturut-turut saat ia tampil tanpa cela di MotorLand Aragon pada balapan kedua beruntun, dan memenangkan Moto2 Teruel Grand Prix.

Usai memecahkan rekor pole di kualifikasi, pembalap EG 0,0 Marc VDS memulai balapan dengan brilian, dan langsung memecahkan rekor lap balapan terbaik untuk meninggalkan rivalnya di belakang.

Kemudian, pembalap Inggris itu menjaga laptimenya secara konsisten, awalnya hanya menjaga jarak dengan Fabio Di Giannantonio yang menguntit di belakangnya. Namun pada akhirnya, Lowes melintasi garis dengan keunggulan 8,425 detik.

Lowes jadi orang Inggris pertama yang meraih tiga kemenangan balapan beruntun di kelas menengah balap motor Grand Prix sejak Phil Read berhasil meraih prestasi yang sama pada tahun 1971.

Di Giannantonio melakukan yang terbaik untuk mengimbangi Kalex yang dikendarai Lowes, sampai pada akhirnya ia juga memisahkan diri dari grup besar di belakangnya yang coba mengejar. Pada akhirnya, pembalap yang menggunakan motor Speed Up milik tim Lightech itu harus puas finis di posisi kedua, unggul dua detik dari rekan senegaranya, Enea Bastianini

Meski naik podium, Bastianini, yang membalap untuk Italtrans, harus rela posisinya sebagai pemuncak klasemen direbut Lowes, yang kini berjarak tujuh poin darinya.

Posisi keempat ditempati Remy Gardner yang memimpin kelompok besar, pembalap Onexox TKKR SAG Team berhasil mempertahankan posisi setelah tekanan akhir balapan dari Jorge Navarro, rekan satu tim Di Giannantonio di Lightech. 

Navarro harus bersusah payah merangkak naik ke lima besar, start dari posisi kedua ia terlempar keluar 10 besar di awal balapan. Kecepatannya di Lap pamungkas juga membuatnya meninggalkan Jorge Martin, Augusto Fernandez dan Jake Dixon.

Martin harus tampil habis-habisan untuk finis di posisi keenam bersama Red Bull KTM Ajo. Jake Dixon menyalip di lap terakhir untuk merebut posisi ketujuh, pembalap Petronas itu mencoba awalnya coba mengimbangi Lowes, tetapi setelah duduk di posisi ketiga untuk beberapa lap awal, Dixon turun kelima, posisi kedelapan sendiri Fernandez, rekan satu tim Lowes di Marc VDS. 

Marcos Ramirez jadi rookie terbaik di Moto2 Teruel dengan finis kesembilan, dan meraih poin keempat berturut-turut untuk Tennor American Racing. Perlahan namun pasti, Ramirez terlihat semakin mantap di setiap balapannya di Moto2.

Rekan setimnya, Joe Roberts sempat tercecer akibat kecelakaan yang terjadi di depannya pada awal balapan. Untungnya, pembalap Amerika Serikat itu bangkit untuk kembali ke depan dan menyelesaikan sepuluh besar di belakang rekan setimnya.

Favorit titel Moto2 2020, Luca Marini, kehilangan momentum meski melakukan comeback di akhir balapan dan finis di posisi ke-11, hal ini terjadi setelah di balapan sebelumnya gagal finis di Aragon.

Sama seperti Marini, Xavi Vierge juga menjalani balapan dengan rasa sakit dari cedera bahu akhir-akhir ini. Pun demikian, pembalap Petronas Sprinta Racing ini tampil cukup apik dan menuntaskan balapan di posisi ke-12.

Hafizh Syahrin (Kipin Energy Aspar) finis di urutan ke-13, sementara Simone Corsi mengumpulkan poin terakhir yang ditawarkan di urutan ke-15.

Nasib malang menimpa Tom Luthi, pembalap senior asal Swis itu terlibat dalam kecelakaan bersama Kasma Daniel dan Tetsuta Nagashima. Namun, pembalap yang membela panji Red Bull KTM Ajo itu mengejar ketertinggalan dan finis di posisi ke-14.

Marco Bezzecchi menuntaskan double-header kedua di Aragon dengan tersingkir di tikungan satu setelah hanya empat lap. Alhasil, pembalap Italia itu pulang dengan tangan hampa karena mengalami DNF ganda di MotorLand Aragon.

Hector Garzo tersingkir dari balapan saat bertarung untuk memperebutkan posisi kelima pada pertengahan balapan, tepatnya Lap 11. Nasib serupa dialami Edgar Pons, yang terjatuh dua lap sebelum finis, dan Stefano Manzi, yang tersingkir pada lap terakhir balapan.

Aron Canet kembali digantikan oleh Xavi Cardelus karena belum pulih dari cedera jarinya. Cardelus sendiri finis di urutan ke-22, satu tempat di depan pengganti Jesko Raffin, Piotr Biesiekirski.

 

Comments

Loading Comments...