Juara enam kali MotoGP Marc Marquez menegaskan dia tidak menyalahkan siapa pun atas komplikasi pada cedera lengan kanannya yang retak, dan membuatnya absen selama tujuh bulan terakhir.

Sebaliknya, bintang Repsol Honda itu menekankan bahwa pada akhirnya itu merupakan keputusannya untuk mencoba melakukan comeback lebih awal, hanya beberapa hari setelah cedera terjadi menyusul kecelakaannya pada pembukaan musim Jerez Juli lalu.

Meskipun upaya comeback berlangsung kurang dari sehari, keputusan untuk turun di beberapa sesi awal, yang didukung oleh rekomendasi tim medis dan telah lulus tes kebugaran yang diperlukan, berdampak besar pada akumulasi stres yang menyebabkan plat yang sudah dipasang pekan lalu rusak.

Operasi pemasangan plat kedua pun dilakukan, tetapi tulang tidak tersambung. Alhasil membutuhkan operasi ketiga - dan cangkok tulang - yang dilakukan oleh tim bedah berbeda pada bulan Desember. Infeksi yang ditemukan pada operasi yang berlangsung selama delapan jam juga memperlambat pemulihan cederanya.

"Pada akhirnya itu adalah keputusan semua orang. Ketika kami memenangkan gelar, kami selalu berbicara tentang tim dan orang-orang di sekitar saya. Ketika kami melakukan kesalahan, kami harus berbicara tentang segalanya," kata Marquez saat ditanya siapa yang harus disalahkan atas cedera panjang yang mencoretnya dari pertarungan gelar MotoGP 2020 dan 2021.

"Tentu saja, keputusan terakhir ada di tangan saya. Tapi ketika saya, Honda dan tim saya mendapatkan hal positif dari para dokter, maka tentu saja Anda mencoba. Anda tahu bagaimana para pembalap, jika mereka mengatakan Anda bisa mencoba, maka mereka akan mencobanya. Saya merasa saya bisa mencoba, tetapi yang saya rasakan bukanlah apa yang dibutuhkan tubuh saya. "

Pembalap berusia 28 tahun itu menambahkan: "Saya tak ingin menekan para doktor. Maksud saya, kami mengambil banyak, banyak keputusan, dan kami mengambil risiko terlalu besar di masa lalu saat cedera yang lain. Terkadang saat itu berbuah baik, saya mengatakan ini bak keajaiban, sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang banyak.

"Ini adalah contoh lain bagi saya di secara personal di masa depan. Di dalam trek, saya akan mengambil risiko yang sama, tapi saya mempelajari beberapa hal. Salah satunya, dan yang paling penting adalah untuk tidak kembali membalap secepat mungkin. Kami melakukan kesalahan saat kembali di Jerez, saya harus menerima kesalahan itu.

"Ini adalah konsekuensi dari banyak hal, namun pada akhirnya keputusan akhir ada di saya. Saya merasa mampu melakukannya, tapi saya belajar dari situasi itu di masa depan. Untungnya, saya tahu ini akan mengarah ke hal positif saat ini."

Meskipun masih belum jelas kapan Marquez akan kembali beraksi di MotoGP - ia dipastikan absen dalam tes Qatar bulan depan, tetapi belum mengesampingkan dirinya dari balapan 28 Maret - terlebih dengan kondisi fisiknya yang semakin hari semakin membaik.

"Ini sulit secara fisik tetapi juga dari sisi mental," kata Marquez tentang pemulihannya yang lama. "Ini sangat sulit terutama sekitar September-Oktober karena pada periode itu perasaan di lengan saya persis sama, tidak membaik, tidak lebih buruk, tapi tidak ada perbaikan. Saya merasa ada sesuatu di dalam yang bergerak, ini adalah perasaan saya.

"Kemudian saya menjalani banyak pemeriksaan berbeda untuk mencoba menemukan infeksi, tetapi semua analisis dan tes yang saya lakukan negatif. Tetapi ada sesuatu yang tidak beres, dokter berkata 'Anda harus menunggu'. Saya menunggu dan saya melakukan apa yang mereka lakukan, tapi feelingnya [tetap] sama.

"Dua bulan itu sangat berat. Tapi kemudian setelah operasi ketiga - sulit karena sepuluh hari di rumah sakit - tapi kemudian sejak itu saya mulai merasakan beberapa langkah dengan feeling di lengan.

"Saya berusaha untuk selalu optimis, dan saya tidak pernah berpikir saya tidak akan balapan lagi. Saya selalu memikirkan 'kapan balapan berikutnya, kapan tes berikutnya' untuk mencoba dan tiba."

 

Comments

Loading Comments...