Pada hari Rabu dipastikan bahwa F1 GP Kanada telah dibatalkan untuk tahun kedua berturut-turut karena pandemi virus korona yang sedang berlangsung, meskipun kontrak untuk balapan Montreal telah diperpanjang dua tahun hingga 2031.

Terlepas dari klaim Formula 1 awal bulan ini bahwa pihaknya tetap dalam diskusi dengan promotor F1 GP Kanada di tengah laporan balapan akan dibatalkan, tampaknya balapan tidak akan dilanjutkan karena pembatasan perjalanan yang ketat di negara itu.

Setiap kedatangan internasional ke Quebec saat ini diharuskan menjalani karantina wajib 14 hari, dengan para pejabat menolak memberikan pengecualian kepada personel F1 melalui pengaturan gelembung seperti yang digunakan staf untuk melakukan perjalanan antara Bahrain dan Abu Dhabi tahun lalu.

Pembatasan tersebut pada akhirnya terbukti menjadi rintangan yang tidak dapat diatasi untuk Formula 1 mengingat putaran F1 GP Kanada akan digelar tepat satu pekan setelah Azerbaijan Grand Prix di Baku.

Sebaliknya, Turki akan kembali berdiri sebagai pengganti untuk mengisi slot putaran ketujuh yang dikosongkan oleh Kanada, dan bertindak sebagai solusi logistik yang lebih ideal untuk F1.

Istanbul Park, yang kembali ke kalender F1 untuk pertama kalinya sejak 2011 menjadi tuan rumah balapan tanpa penonton di mana Lewis Hamilton dinobatkan sebagai juara dunia tujuh kali, berharap bisa menyambut para penggemar.

Namun itu akan sulit, terlebih jika melihat kondisi Turki yang tengah memasuki fase lockdown penuh pertama pandemi untuk mengekang lonjakan infeksi dan kematian yang telah membuatnya memegang tingkat infeksi tertinggi di Eropa.

Sejauh ini, hanya Grand Prix Bahrain pembuka musim yang hanya menampung penonton terbatas, dan itu hanya untuk penggemar yang telah divaksinasi penuh terhadap COVID-19.

Grand Prix Portugis akhir pekan ini dan Grand Prix Spanyol pada 9 Mei akan berlangsung secara tertutup, sementara Monaco belum mengumumkan apakah penggemar akan hadir ketika kembali ke kalender F1 bulan depan setelah balapan 2020 dibatalkan.

Silverstone tetap berharap bahwa 'paspor vaksin' dan pelonggaran pembatasan di Inggris memberi harapan para penonton untuk datang langsung ke siskuit untuk Grand Prix Inggris pada 16 Juli, setelah mengonfirmasi bahwa itu akan menjadi putaran pertama yang menguji format Kualifikasi Sprint baru F1.

Nasib balapan lainnya

F1 telah merencanakan rekor kalender 23 putaran untuk musim 2021, yang termasuk perjalanan ke Asia dan Amerika setelah menggelar jadwal berbasis Eropa tahun lalu.

Pada awal tahun, Stefano Domenicali mengatakan Formula 1 akan mengadopsi "pendekatan fleksibel" untuk kalender musim 2021 di tengah komplikasi yang disebabkan oleh pandemi dan mengungkapkan bahwa mereka memiliki balapan alternatif yang siaga jika diperlukan.

Fleksibilitas itu telah dilakukan dengan GP Australia, yang direncanakan sebagai pembuka musim, dimundurkan ke pertengahan November. Selain itu, kembalinya Imola, Portimao, dan Turki membuat tiga dari lima balapan dadakan tahun lalu kembali untuk musim 2021.

Dicoretnya F1 GP Kanada telah menimbulkan tanda tanya selama sisa kalender - terutama berkaitan dengan balapan di kawasan Asia dan Amerika, yang digelar pada perempat terakhir musim ketika F1 mulai menjauhi Eropa.

Balapan beruntun Singapura-Jepang pada awal Oktober, dan GP Australia pada 19 November, semuanya bisa berisiko karena pembatasan pemerintah masing-masing.

Lonjakan kasus baru baru-baru ini telah membuat pemerintah Jepang memperkenalkan pembatasan darurat di Tokyo di tengah keraguan yang sedang berlangsung tentang kelayakan penyelenggaraan Olimpiade musim panas ini, tidak terbantu oleh peluncuran vaksin Jepang yang lambat.

Perbatasan Australia tetap tertutup untuk perjalanan internasional dan ada kekhawatiran pembatasan perjalanan yang ketat dan aturan karantina hotel dapat tetap berlaku hingga 2022, semakin meragukan apakah Melbourne dapat menjadi tuan rumah balapan F1 pertamanya sejak 2019.

Sementara itu, penanggalan Amerika juga bisa berisiko, dengan Brasil di antara negara-negara yang berjuang untuk menahan virus, mencatat lebih dari 14 juta kasus dan 391.000 kematian sejak pandemi dimulai.

Dengan delapan dari 10 tim F1 berbasis di Inggris, tampaknya situasinya akan sangat bergantung pada apakah Brasil tetap dalam 'daftar merah' perjalanan pemerintah.

Keputusan apa pun tentang Brasil kemungkinan akan berdampak besar pada putaran sebelumnya di AS dan Meksiko yang secara bersama-sama menciptakan triple-header ketiga dan terakhir musim F1 2021.

Formula E terpaksa memindahkan lokasi untuk putaran Meksiko pada bulan Juni jauh dari Autodromo Hermanos Rodriguez - rumah dari Grand Prix Meksiko - yang saat ini berfungsi sebagai rumah sakit lapangan sementara untuk pasien COVID-19.

Jerman sepertinya kembali menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan F1 sebagai pengganti untuk balapan apa pun yang batal, dengan Nurburgring, yang menggelar putaran pada kalender 2020 yang ditulis ulang pada bulan Oktober, dan Hockenheim keduanya berpotensi menjadi pilihan cadangan.

Saat dunia terus bergulat dengan COVID-19, Kanada sepertinya tidak akan menjadi amandemen terakhir untuk kalender F1 2021.

 

Comments

Loading Comments...