Vips terdengar mengatakan "jalang n *****" saat melakukan streaming langsung game Call of Duty di Twich, dan bisa ditebak rekaman kejadian tersebut telah dibagikan di media sosial.

Dalam siaran streaming tersebut, sesama pembalap junior Red Bull dan pembalap F2 Liam Lawson juga bermain dengan Vips pada saat itu.

"Red Bull Racing telah menskors pembalap junior Juri Vips dari semua tugas tim dengan segera, sambil menunggu penyelidikan penuh atas insiden tersebut," demikian pernyataan tim Red Bull.

“Sebagai sebuah organisasi, kami mengutuk penyalahgunaan dalam bentuk apa pun dan memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap bahasa atau perilaku rasis di dalam organisasi kami.”

Pembalap Estonia itu saat ini berkompetisi dalam musim penuh ketiganya di F2 dengan Hitech Grand Prix berada di urutan ketujuh dalam kejuaraan pebalap setelah enam putaran pembukaan.

Vips, yang merupakan cadangan dan pembalap tes yang dinominasikan Red Bull, baru-baru ini melakukan debutnya di F1 akhir pekan dengan mengendarai Red Bull selama latihan pembukaan di Grand Prix Spanyol 2022.

Dia juga secara teratur menyelesaikan hari-hari pengujian F1 resmi dengan Red Bull dalam tes akhir musim di Abu Dhabi.

Dampak pelecehan rasis bagi karier seorang pembalap

Masalah pelecehan rasis bisa sangat mempengaruhi karier dan masa depan seorang pembalap. Terdengar berlebihan, namun sudah ada contoh dari kejadian tersebut.

Kembali ke tahun 2020, saat pandemi COVID-19 sempat 'mematikan' kompetisi balap di seluruh dunia, karier pembalap NASCAR Cup Series Kyle Larson nyaris saja berakhir lantaran tidak sengaja menyebut kalimat rasis saat melakukan streaming iRacing.

Larson langsung mendapat skorsing dari NASCAR atas kejadian tersebut, namun itu tidak seberapa dengan apa yang terjadi selanjutnya. 

Beberapa sponsor timnya saat itu, Chip Ganassi, mengancam mundur jika mereka tidak segera memecat Larson, membuat tim tidak memiliki pilihan lain kecuali mendepak pembalap bintangnya.

Beruntung bagi Larson, ia mendapat kesempatan kedua dari Rick Hendrick untuk bergabung dengan timnya Hendrick Motorsport, mengendarai mobil flagship #5 pada tahun 2021.

Larson tidak menyia-nyiakan peluang tersebut, dan langsung meraih titel NASCAR Cup Series pertamanya pada akhir tahun.

Dari Juri Vips dan Kyle Larson kita bisa melihat bagaimana ucapan rasis dapat mempengaruhi karier seorang pembalap. Jadi, bijaklah dalam bermedia sosial ya.