Meski mendapat penalti 15 poin karena melanggar aturan desain saluran rem belakang, Racing Point saat ini memimpin pertarungan sengit untuk memperebutkan tempat ketiga dalam klasemen konstruktor F1 2020. Tim yang tahun depan berganti nama jadi Aston Martin itu unggul empat poin dari rival terdekat McLaren dan enam poin di atas Renault.

Namun berbeda dari McLaren dan Renault yang memiliki sejarah sebagai tim juara, Racing Point belum pernah sekalipun finis tiga besar di klasemen F1, dengan posisi terbaik hanya berada di posisi keempat klasemen. Oleh karena itu, tim sangat berambisi untuk menutup musim di posisi ketiga klasemen.

Ketika ditanya apa yang diperlukan sebagai pembeda agar Racing Point bisa finis P3 klasemen konstruktor, Direktur Teknis Andrew Green menjawab "Pertama-tama, dimulai dari berhenti mendapatkan banyak kesialan.

"Kami sepertinya tidak mendapatkan keberuntungan saat ini. Saya hanya ingin akhir pekan balapan yang normal, dan kami belum memiliki akhir pekan balapan yang normal mungkin sejak balapan pertama musim ini.

“Sesuatu terjadi setiap akhir pekan, dan yang kami butuhkan antara sekarang sampai akhir musim hanyalah balapan yang normal di akhir pekan. Di mana kami bisa balapan, mengaturnya secara normal, hanya menjalani akhir pekan biasa tanpa gangguan besar. Itu akan memberi kita kesempatan terbaik.

“Kami telah memiliki salah satu dari itu sepanjang tahun ini, jadi itu akan membuat perbedaan bagi kami. Jika kami memiliki itu, maka saya pikir kami benar-benar dapat bertarung untuk posisi ketiga, kami benar-benar bisa.

“Ini akan menjadi pertarungan yang nyata. Ada tiga tim di sana, kami bertukar tempat sepanjang waktu, ini akan menyenangkan sampai akhir musim. ”

Harapkan momentum akhir musim

Dengan F1 bersiap membalap di tiga venue baru, ditambah konfigurasi baru di Sirkuit Sakhir, Bahrain pada enam balapan terakhir musim ini, Green berharap kemampuan Racing Point untuk beradaptasi secara cepat di sirkuit baru akan menguntungkan tim di akhir musim.

"Dengan sirkuit yang akan datang, kisaran variabilitasnya cukup bagus, kami juga punya [akan balapan] di beberapa [sirkuit] baru," lanjut Green.

“Jadi saya pikir kemampuan tim untuk beradaptasi dengan cepat di tempat seperti Imola, Portimao akan sangat penting. Saya rasa kami cukup ahli dalam hal itu, saya rasa kami memiliki program simulator yang bagus di pabrik yang dapat mempercepat proses adaptasi pembalap [dengan trek baru].

“Saya pikir pemahaman kami soal ban [juga] sangat baik, sehingga kami tahu apa yang harus dilakukan di sana. Itu adalah dua trek yang kami ketahui, lalu kami akan balapan di [layout] sirkuit luar Bahrain, itu juga akan menarik. Kami akan sedikit berjudi di sana, karena akan sangat berbeda dari sirkuit normal.

“Jadi, saya pikir sebagian besar akan menjadi [soal] kemampuan untuk beradaptasi dan mendapatkan pengaturan Minggu sore [balapan] yang baik. Saya pikir kami telah menunjukkan bahwa jika kami melakukannya dengan benar pada hari Minggu sore, Anda akan berbicara untuk soal kecepatan. Itu yang perlu kami fokuskan. "