Saat ini, F1 tengah mencari format baru untuk diperkenalkan di tiga putaran selama musim 2021 untuk menciptakan tontonan tambahan sebagai bagian proses evaluasi kemungkinan perubahan di masa depan, salah satu yang paling ramai adalah konsep Sprint Race.

Dengan konsep seperti ini, kualifikasi akan dimajukan ke Jumat menggantikan FP2, sebelum balapan jarak pendek berlangsung pada hari Sabtu untuk menentukan grid untuk grand prix utama hari Minggu.

Rencana tersebut telah dibahas selama pertemuan terbaru Komisi F1 dan, mayoritas tim terlihat mendukung uji coba konsep tersebut di beberapa balapan tertentu tahun ini, termasuk Mercedes-AMG F1 Team.

Hal ini diungkapkan Team Principal, Toto Wolff, yang sebelumnya cukup vokal menentang konsep Reverse Grid yang dianggapnya justru membuat hasil balapan seperti dibuat-buat.

"Reverse grids tidak memiliki tempat dalam olahraga apa pun yang didasarkan pada pengukuran dan persaingan dalam arti olahraga yang sebenarnya," kata Wolff saat peluncuran penantang Mercedes W12 pada hari Selasa.

“Kami adalah hiburan, tapi saat beralih menjadi showbiz dan Hollywood Anda akan kehilangan banyak kredibilitas sebagai olahraga secara keseluruhan, jadi tidak setiap keputusan yang bertujuan untuk meningkatkan faktor hiburan tepat untuk Formula 1.

“Itu selalu perlu diseimbangkan antara DNA olahraga sejati - manusia terbaik dan mesin terbaik menang - dan apa yang ingin dilihat penggemar.”

Sebaliknya, Wolff justru mendukung konsep Sprint Race, dan menganggap F1 bisa mendapat keuntungan dengan menambahkan balapan ekstra ke jadwal akhir pekan. Hal ini sudah dilakukan oleh DTM, yang cukup berhasil untuk menarik audience lebih besar.

“Sprint race adalah format yang menarik menurut saya, dan merupakan eksperimen yang saya yakin perlu kami lakukan,” tambahnya. “Saya telah melihat di seri balap lain di DTM bahwa penonton hampir dua kali lipat dengan balapan Sabtu dan Minggu dan itu bisa menghasilkan uang.

"Saya pikir jika kita melakukan ini tanpa gangguan untuk membuat pertunjukan palsu, maka ada gunanya mencobanya."

Wolff juga menyadari bahwa format yang direvisi akan "menimbulkan kontroversi", tetapi merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk bereksperimen menjelang era baru peraturan luas F1 pada tahun 2022.

“Saya tidak yakin kami akan menyukai hasilnya, karena kualifikasi seperti yang kami lakukan hari ini adalah kualifikasi yang nyata, dan balapan sprint selalu menanggung risiko kerusakan yang bisa mahal dan berdampak besar pada grid hari Minggu dan kemampuan untuk tampil," Jelasnya.

“Yang pasti itu akan menimbulkan kontroversi juga, tapi mencobanya untuk tiga balapan pada 2021 dalam kerangka yang tepat, kami akan siap untuk itu.”