Mick Schumacher, yang juga merupakan anggota Ferrari Driver Academy, mendapat promosi ke F1 bersama Haas setelah memenangi gelar Formula 2 tahun 2020, dan menikmati awal yang solid meski diberikan mobil tidak kompetitif.

Terlepas kecelakaan di Monaco, Prancis dan Hongaria, Schumacher telah menjadi sosok yang bisa diandalkan untuk Haas, dan dengan nyaman mengungguli rekan satu timnya yang juga rookie, Nikita Mazepin, dalam 11 balapan pembuka tahun ini.

Dan penampilan Schumacher tidak luput dari perhatian Team Principal Ferrari, Mattia Binotto, yang merasa pembalap mudanya telah belajar dan berkembang dengan baik jika melihat kondisinya di Haas.

“Mick di tahun pertamanya di F1 mengemudi untuk Haas, saya pikir kami mengatakan di awal musim bahwa tujuan pertama baginya adalah tidak ada tekanan, tetapi untuk memastikan bahwa dia belajar,” kata Binotto.

“Jadi 2021 harus menjadi tahun yang penting baginya dalam hal pembelajaran, dan saya pikir jika kita melihat tujuan itu, dia melakukannya dengan baik. Saya pikir Mick sejak awal musim baik-baik saja, dia belajar, dia berkembang. Jelas ada beberapa kesalahan, tapi itu bagian dari proses pembelajaran.

“Secara keseluruhan dalam hal keseimbangan sejauh ini, kami bisa bahagia. Yang penting baginya adalah terus berkembang dan maju di babak kedua. Tapi saya yakin dia bisa melakukan itu.”

Namun, Binotto kurang terkesan dengan penampilan pebalap akademi Ferrari lainnya di F2. Robert Shwartzman saat ini memimpin junior Ferrari dan duduk di urutan ketiga dalam klasemen pembalap, 17 poin di belakang pemimpin kejuaraan Oscar Piastri, sementara Marcus Armstrong turun di urutan ke-14.

“Jika saya melihat pembalap junior untuk Ferrari Driver Academy, saya pikir tidak ada keraguan bahwa dari segi hasil tidak sebaik tahun lalu,” jelasnya.

“Tahun lalu, terutama di F2, kami mendapatkan hasil yang bagus, yang tidak terjadi pada kami [sekarang]. Jadi secara keseluruhan kami tidak bisa sebahagia sebelumnya.”