Sirkuit Mandalika saat ini sedang dibangun dan akan selesai tepat waktu untuk menjadi tuan rumah putaran final World Superbike pada bulan November, sebelum menjadi tuan rumah MotoGP untuk pertama kalinya pada bulan Maret tahun depan.

Dalam konferensi pers virtual yang diadakan pada Rabu (1/9) Sore, Ricky Baheramsjah, CEO Asosiasi Grand Prix Mandalika, mengaku tidak menuntup kemungkinan terhadap kemungkinan sirkuit menggelar Grand Prix Indonesia di masa depan.

Trek jalan raya yang dibangun khusus di pulau Lombok perlu melakukan penyesuaian untuk memenuhi status Grade 1 FIA dan dukungan pemerintah untuk menggelar balapan Formula 1, tetapi Baheramsjah mengatakan bahwa perubahan itu bisa dilakukan.

“Itu adalah topik hangat saat ini, dan saya bisa mengerti mengapa,” kata Baheramsjah ketika ditanya oleh Crash.net tentang potensi Mandalika menjadi tuan rumah F1.

“Sirkuit kami perlu dihomologasi dengan standar FIM, atau standar FIA. FIM untuk MotoGP dan World Superbike, dan kemudian FIA untuk balap mobil, yang juga mencakup Formula 1.

“Jadi jika ingin membawa Formula 1, pada dasarnya kita perlu homologasi ke standarisasi FIA. Dari pihak kami, kami sangat yakin bahwa trek kami dapat memenuhi persyaratan itu, tetapi itu masih membutuhkan proses.

“Pada akhirnya, jika kami ingin membawa Formula 1, perlu lagi dukungan yang sama seperti yang ditawarkan pemerintah untuk MotoGP. Tetapi pada saat yang sama, itu perlu didiskusikan dengan Formula 1 di sisi lainnya.”

Baheramsjah mengungkapkan dia bertemu dengan para petinggi F1 pada 2018 dan 2019 untuk mempresentasikan proyek tersebut, dan mengatakan dia akan tertarik untuk mengadakan pembicaraan lebih lanjut, meskipun dia menekankan prioritas Mandalika saat ini adalah balap motor.

"Sejauh ini terakhir kali kami berbicara dengan Formula 1 adalah pada 2018 hingga 2019, hanya untuk mempresentasikan proyek kepada mereka," katanya. “Kami sangat terbuka untuk diskusi, kami sangat terbuka untuk kesempatan ini membawa Formula 1 ke Indonesia.

“Tapi tujuan kami saat ini dengan MGPA benar-benar fokus pada World Superbike dan MotoGP. Itulah prioritas utama kami saat ini.”

F1 belum pernah balapan di Indonesia, sedangkan Rio Haryanto adalah satu-satunya pembalap Indonesia yang pernah berlaga di F1, mengikuti 12 grand prix untuk Manor pada tahun 2016.