Kalender awal 23 balapan untuk musim 2022 dirilis F1 pada Jumat (15/10) pekan lalu, termasuk balapan pertama di Miami dan kembalinya Grand Prix Australia, Kanada, Singapura, dan Jepang. Sebelumnya, olahraga juga menambahkan balapan baru di Qatar dan Arab Saudi.

“Tahun depan akan melihat datangnya pengalaman baru di Miami,” tulis Domenicali dalam kolom terbarunya di situs resmi Formula 1. “Dan itu terjadi setelah penambahan dua tempat baru di Qatar dan Arab Saudi tahun ini. Memiliki tiga acara baru dalam waktu enam bulan menunjukkan olahraga ini berada di tempat yang kuat.”

Domenicali mengisyaratkan bahwa "beberapa kabar baik lainnya" yang berkaitan dengan kalender Formula 1 di luar tahun depan akan segera diumumkan, sesuatu yang menyoroti tingginya minat yang diterima olahraga dari wilayah lain di dunia.

Salah satunya kembalinya Grand Prix Afrika Selatan, yang terakhir kali digelar tahun 1993, menjadi prioritas Formula 1, selain menambah satu balapan lainnya di Amerika Serikat.

“Mengenai masa depan setelah tahun 2022, akan ada kabar baik lainnya yang akan segera keluar, yang tidak ingin saya rusak dengan mengatakannya sekarang,” kata Domenicali. “Kami menuju ke arah yang benar dan telah mencapai titik di mana kami dapat memilih ke mana F1 akan pergi di masa depan.

“Kami memiliki begitu banyak permintaan untuk menjadi tuan rumah Grand Prix. Ini menunjukkan platform kami menarik dengan semakin banyak pemerintah melihatnya sebagai peluang untuk mengembangkan bisnis, ekonomi lokal, dan kesadaran komunitas mereka. Saat-saat yang menyenangkan di depan.”

Format sprint F1 perlu penyempurnaan

XPB_1099139_HiRes.jpg

Selain jumlah balapan yang bertambah, F1 juga akan meningkatkan event dengan forkat Sprint Qualifying musim depan, Domenicalli mengungkapkan awal bulan ini bahwa delapan balapan akan digelar dengan format tersebut.

Sprint Qualifying telah diujicoba di Silverstone dan Monza tahun ini, dengan event ketiga dijadwalkan untuk Grand Prix Brazil di Interlagos pada bulan November.

Memberikan update terbaru atas rencana tersebut di kolomnya, Domenicali mengatakan F1 saat ini bekerja lewat "beberapa penyesuaian" untuk format saat ini, yang telah menyebabkan beberapa permintaan dari tempat yang ingin menjadi tuan rumah kualifikasi sprint musim depan.

“Kami senang dengan pembelajaran dari dua Sprint F1 pertama,” tambah Domenicali. “Yang jelas itu mengubah dinamika akhir pekan tetapi kami ingin menunggu sampai tes terakhir di Brasil dan kemudian menyiapkan paket yang tepat untuk masa depan.

"Sorotannya harus format akhir pekan. Mulai Jumat, mode aksi sepenuhnya terlibat. Itu sebabnya promotor senang. Kami telah menerima permintaan dari banyak promotor untuk menjadi tuan rumah Sprint Qualifying.

“Dari perspektif olahraga, kami telah melihat bahwa semakin sedikit waktu yang Anda miliki untuk berlatih, semakin tidak terduga aksinya di trek kualifikasi dan balapan. Ada beberapa penyesuaian yang perlu kami lakukan – tetapi kami sedang mengerjakannya sekarang.

“Selalu mudah untuk menjadi negatif dan tidak berubah, tetapi kami mendorong untuk pergi ke arah ini karena kami melihat antusiasme dari generasi muda dan minat yang lebih luas dari orang-orang di seluruh dunia.”