Da Costa memanfaatkan kesulitan Evans dalam mengatur tingkat energi di Jaguar-nya, membuat manuver krusial di akhir balapanke Nouvelle Chicane pada lap terakhir untuk memenangi E-Prix Monaco, yang untuk pertama kalinya memakai layout Grand Prix.

Evans telah mempertahankan keunggulan kecil sebelum Safety Car dikerahkan sebagai akibat dari tabrakan Rene Rast ke pembatas trek. Dengan energi yang lebih sedikit dari rival terdekatnya, Evans berada di bawah tekanan besar sejak restart dan akhirnya tidak bisa melawan da Costa atau Robin Frijns.

Frijns berhasil mengungguli pengemudi Jaguar itu, menggiringnya ke garis hanya selisih 0,024 detik. Lap terakhir Evans yang lambat memberi da Costa margin 2,8 detik yang nyaman untuk mengembalikan asa mempertahankan titel.

Dan dengan dua pembalap Mercedes yang gagal finis, podium kedua yang didapat Frijns mengantarnya menuju puncak klasemen pembalap.

Techeetah mengonfirmasi performa kuatnya di Monaco dengan Jean-Eric Vergne finis keempat, tepat di depan Maximilian Gunther yang mempersembahkan poin untuk BMW.

Oliver Rowland finis di urutan keenam memimpin Nissan, dalam balapan yang tenang bagi pembalap Inggris itu. Sam Bird pulih ke urutan ketujuh setelah start ke-16, untuk membantu Jaguar mendekati hanya dalam dua poin dari Mercedes di kejuaraan tim.

Virgin kedua Nick Cassidy finis ketujuh di depan Andre Lotterer, yang naik dari posisi ke-19 untuk finis kesembilan yang mengesankan. Alex Lynn melengkapi sepuluh besar untuk Mahindra Racing.

Klik di sini untuk hasil lengkap dari E-Prix Monaco Formula E.

 

Comments

Loading Comments...