Pembalap Avintia Esponsorama Ducati, Enea Bastianini dan Luca Marini menuju ke Portimao untuk berlaga di MotoGP Portugal, yang menjadi kali pertama mereka mengendarai motor MotoGP di Sirkuit selain Losail.

Dari keduanya, Bastianini sejauh ini sangat mengesankan dengan hasil posisi kesepuluh dan 11 pada balapan pembuka musim Qatar.

Bastianini finis hanya lima setengah detik dari pemenang balapan Fabio Quartararo selama Grand Prix Doha, dan ia terus menunjukkan konsistensi yang membawanya ke gelar Moto2 tahun lalu.

Pembalap Italia itu juga memiliki kenangan indah tentang Portimao, saat ia merebut gelar di Sirkuit Internasional Algarve, dan berharap untuk kembali ke sana akhir pekan ini.

"Portimao adalah trek yang sangat menyenangkan, saya memiliki kenangan yang sangat bagus tahun lalu. Ini akan menjadi sesuatu yang baru sejauh ini kami hanya balapan di Qatar, dan saya sangat senang dengan pergantian trek," kata Bastianini.

"Kami harus tetap fokus untuk menjadi cepat dan berkembang, meski saya pikir akhir pekan ini akan lebih rumit dari yang sebelumnya. Kami akan melihat bagaimana adaptasi saya ke trek ini dengan Ducati."

Untuk rekan setimnya Marini, pebalap Sky VR46 Avintia belum mencetak poin setelah finis di urutan ke-16 dan ke-18.

Seperti halnya ketiga rookie MotoGP, pergantian trek akan menghadirkan peluang baru untuk berkembang, tetapi juga mempersulit evaluasi kemajuan mereka karena tata letak yang unik dibandingkan dengan trek yang lebih familiar di kalender MotoGP.

Namun, Portimao adalah trek yang bagus untuk Marini pada tahun 2020 saat ia menyelesaikan balapan Moto2 di urutan kedua.

"Ini akan menjadi akhir pekan yang menarik: untuk pertama kalinya saya akan mengendarai Ducati di trek yang berbeda dari Qatar," tambah pembalap berusia 23 tahun itu.

"Kami akan mencoba memberikan yang terbaik dan memeriksa jarak dari pembalap teratas setelah FP. Kami akan mulai dari motor standar Losail untuk membuat langkah maju saat berbelok dan di bagian depan. Kemudian saya harus mempelajari racing line baru, lintasan dan titik pengereman secepat saya bisa.

“Kami perlu memperbaiki ban juga karena, dibandingkan dengan Qatar, pilihan di sini akan kurang jelas antara keras, lunak, dan sedang. Saya sangat menyukai treknya dan saya ingin tahu apa yang akan terjadi."

 

Comments

Loading Comments...