Valentino Rossi sudah merencanakan kepindahan dari balap roda dua ke roda empat setelah pensiun dari MotoGP, dan hari Kamis (9/12) kemarin The Doctor menjajal Sportscar Audi R8 dengan spesifikasi GT3 di Sirkuit Ricardo Tormo Valencia, tempat di mana ia mengakhiri karier balap motornya.

Tes ini dikonfirmasi oleh tim WRT sebagai pembuka program pengujian musim dinginnya untuk tahun 2022, memberi isyarat soal ke mana Rossi akan berlabuh untuk musim 2022.

'Menyusul musim 2021 yang sangat sukses di balap GT3 dan LMP2, Tim WRT kini telah memulai program pengujian musim dinginnya menjelang 2022. Dari Selasa hingga Kamis minggu ini, skuad Belgia telah menguji di Sirkuit Ricardo Tormo dekat Valencia dengan Audi Sport.

'Di antara mereka yang mengambil trek hari ini adalah Valentino, dengan tujuan untuk mengevaluasi kemungkinan kerjasama di masa depan antara Juara Dunia sepeda motor 9 kali dan tim juara bertahan GT World Challenge Eropa.'

Meski Rossi telah menjelaskan bahwa Sportscar akan menjadi fokus utamanya tahun depan dan sudah melakukan tes dengan Audi Sport, The Doctor belum mengonfirmasi kejuaraan balap apa yang akan diikutinya musim depan.

Satu-satunya balapan yang dikonfirmasi pembalap Italia saat ini adalah kembalinya ke Gulf 12 Hours - mengendarai Ferrari 488 GT3 milik Kessel Racing, bersama saudaranya Luca Marini dan temannya Alessio 'Uccio' Salucci - di Abu Dhabi pada bulan Januari.

“Balapan [Gulf 12 Jam] masih untuk bersenang-senang dan setelah itu kami perlu memahami kejuaraan mana dan program apa untuk tahun depan,” jelas Rossi bulan lalu.

“Ini adalah momen yang sangat penting untuk balapan GT dan balapan Endurance karena mereka akan melakukan kelas baru yang disebut Hypercar untuk tahun 2023 dan semua nama besar termasuk Ferrari, Porsche, Audi akan balapan dengan mobil-mobil ini.

“Tapi tahun depan saya akan balapan dengan mobil [spek] GT. Saya masih belum tahu kejuaraan mana karena bisa WEC tetapi bisa juga seri Le Mans Eropa atau International GT challenge.

“Kami perlu memutuskan, juga dengan mobil apa, dan saya perlu memahami level dan kecepatan saya karena pasti saya ingin balapan dengan LMP2 atau dengan Hypercar [prototipe di masa depan] tetapi level pembalap di sana sangat tinggi.

"Jadi saya tidak tahu apakah saya cukup cepat. Kami akan mencoba memahaminya tahun depan."