Berbeda dari prediksi di mana Desmosedici GP22 baru Ducati dijagokan untuk langsung memperebutkan kemenangan, Johann Zarco mengatakan motornya butuh kondisi khusus untuk memenangi balapan.

Zarco, yang merupakan salah satu dari tiga pembalap yang tetap memakai mesin GP22 setelah Ducati menghomologasi versi hybrid GP21-22 untuk tim pabrikan, mengaku cukup sulit untuk mengeluarkan potensi penuh motor.

"Kami masih mengerjakan GP22," kata Zarco. “Kami masih belum memiliki paket lengkap untuk memiliki motor pemenang. Jadi kami sedang mengusahakannya.

“Argentina saya pikir bisa menjadi trek yang bagus untuk kami, itu trek yang saya suka. Untuk balapan berikutnya kita akan lihat karena setiap balapan berbeda.

“Anda selalu bisa mendapatkan kejutan. Di sini, (Mandalika) saya mengira benar-benar kesulitan tetapi saya kompetitif sepanjang akhir pekan, ditambah hujan pada hari Minggu membantu saya untuk naik podium.

"Saya berharap untuk mendapatkan kontrol motor yang lebih baik. Segera setelah kami mendapatkan ini, saya akan dapat menikmati lebih banyak dan menjadi lebih kuat."

Dari dua balapan awal, KTM Red Bull menjadi salah satu yang paling kuat setelah Brad Binder dan Miguel Oliveira secara bergantian kompetitif di Lusail dan Mandalika.

Meskipun Zarco memprediksi akan banyak pembalap memperebutkan podium dan kemenangan sepanjang tahun, pencapaian Binder (P2 di Qatar) dan Oliveira (menang di Indonesia), telah mengejutkan mantan juara dunia Moto2 dua kali itu.

Zarco menambahkan: “Saya pikir ini adalah hal yang baik tentang kategori ini [MotoGP] selama dua tahun sekarang. Jaraknya sangat dekat dan Anda dapat memiliki orang yang berbeda di podium.

“Jelas, untuk memperebutkan kejuaraan, yang paling konsisten yang ada (podium) akan berada di tiga besar di akhir musim. Podium di Qatar adalah sesuatu yang tidak kami harapkan, dan di sini, start dari Miguel benar-benar luar biasa. Saya pikir akan ada orang yang berbeda, tetapi mereka akan ada di sana."