Kecepatan Sebastien Ogier pada stage penutup Reli Finlandia secara signifikan menurun saat mesin Toyota Yaris WRC-nya secara misterius kehilangan tenaga.

Saat itu, terlihat rekaman on-board menunjukkan Ogier yang terlihat frustrasi melihat ke panel instrumen mobilnya sebelum melirik ke konsol bawah dasbor mobil.

Masalah tersebut memupus harapannya untuk mengantongi poin tambahan maksimal, yang justru diperoleh rekan satu tim sekaligus rivalnya dalam pertarungan gelar, Elfyn Evans.

Hal ini membuat Evans, yang menjadi orang Inggris kedua yang menang di Finlandia dalam 70 tahun sejarahnya, memangkas defisit poin atas Ogier di puncak klasemen menjadi 24 poin dengan dua putaran tersisa, di Spanyol dan Italia.

Setelah sempat memeriksa Yaris-nya usai acara, Ogier mengatakan bahwa mekaniknya menyimpulkan bahwa benturan keras pada bagian bawah mobil menjadi penyebab turunnya performa mesin.

“Jelas, kami mengharapkan hasil yang lebih baik pada reli ini, tetapi balapan berjalan buruk bagi kami sejak awal,” kata Ogier, yang finis di posisi kelima.

“Pada hari Jumat, kemudian pada Sabtu pagi, kinerja kami kurang. Tentu saja, itu sebagian karena fakta bahwa kami membuka jalan pada hari pertama, tetapi itu tidak menjelaskan semuanya.

“Saya tidak cukup cepat, tidak merasa cukup nyaman di dalam mobil sedangkan pada reli yang unik seperti ini Anda benar-benar membutuhkan perasaan yang baik untuk dapat mengemudi di batasnya.

“Pada hari Sabtu kami mendapat konfirmasi bahwa memang ada faktor lain yang terlibat. Pada titik ini kami memutuskan untuk mencoba set-up yang lebih dekat dengan yang digunakan Elfyn, dan sejak saat itu mobil menjadi lebih mudah untuk dirasakan dan dikendarai dan saya dapat menemukan lebih banyak kepercayaan diri dan menjadi lebih cepat.

“Meskipun demikian di klasemen, kerugian terjadi karena kami tidak dapat mengejar empat besar. Kami kemudian hanya memiliki satu tujuan yang tersisa untuk meraih beberapa poin tambahan di power stage.

“Sayangnya, itu juga tidak berjalan seperti yang kami harapkan. Setelah benturan batu di sump guard, mesin mengalami korsleting [listrik] dan kemudian kekurangan tenaga untuk sisa tahap.

“Peluang kami untuk menyelesaikan dengan waktu yang baik menghilang dan jadi kami harus puas dengan poin untuk tempat kelima,” tambahnya.

"Yang menambah rasa frustrasi saya adalah kami tidak mampu bertarung di Power Stage, di mana saya sangat ingin memberikan segalanya untuk mengakhiri reli kerikil terakhir dengan mobil saat ini dengan gaya.

“Saya sudah fokus di Spanyol, di mana saya tidak sabar untuk balapan minggu depan. Ini akan menjadi pertama kalinya selama beberapa bulan kami akan turun ke jalan tanpa dikenakan sanksi penyisiran jalan di hari pertama dan jujur, itu akan terasa menyenangkan.”