Musim WorldSBK 2021 bisa dibilang adalah salah satu yang terbaik dalam hal intensitas, adrenalin, dan pertarungan kejuaraan hingga babak final di Mandalika.

Kemenangan gelar pertama Toprak Razgatlioglu adalah pertama kalinya sejak 2014 di mana dua teratas terpisah kurang dari 50 poin, karena juara dunia enam kali Jonathan Rea hanya terpaut 13 poin di belakang pebalap Turki itu.

Razgatlioglu menjadi pebalap Yamaha pertama sejak Ben Spies yang meraih gelar juara bagi pabrikan Jepang itu, sekaligus menjadi yang pertama kali mengalahkan Rea sejak bergabung dengan Kawasaki pada 2015.

Musim WorldSBK 2021 juga menjadi kali pertama untuk pertarungan tiga arah sejak Tom Sykes, Eugene Laverty dan Sylvain Guintoli berhasil melakukannya pada tahun 2013 - juga merupakan kali kesempatan pertama sejak tahun itu tiga teratas berada dalam jarak 65 poin, yang ditempati Scott Redding

Meskipun Redding tersingkir dari perebutan gelar dengan satu ronde tersisa, Razgatlioglu dan Rea secara konsisten ditekan oleh mantan pebalap Ducati yang mengklaim tujuh kemenangan - 6 lebih sedikit dari dua teratas.

Jadi dengan itu, inilah tiga pertarungan teratas kami dari musim WorldSBK 2021.

3: Pertarungan Rea vs Redding di final musim di Mandalika

Balapan kedua di Sirkuit Internasional Mandalika dalah salah satu pertarungan terbaik tahun ini saat Rea dan Redding bertarung pada Race 2, yang dipangkas menjadi 12 putaran saja.

Dengan hujan lebat yang menunda Race 1 dan Race 2, dan juga membatalkan Superpole Race, ofisial Dorna mengambil keputusan untuk mengurangi jumlah putaran agar balapan selesai.

Balapannya sama sekali tidak mengecewakan karena Redding, yang memimpin pada tahap awal harus menangkis Rea yang bertekad meraih kemenangan ganda.

Razgatlioglu dan spesialis cuaca basah Michael Van Der Mark juga bersaing untuk menang sejak awal, namun, pertarungan sengit pasangan ini untuk P3 membuat mereka akhirnya kehilangan posisi dari duo teratas.

Dalam pertarungan yang terus berubah untuk memimpin, Rea melewati Redding di jarak pertengahan balapan, sementara Razgatlioglu menggunakan teknik pengereman yang mengesankan di Tikungan 1 untuk kembali unggul dari Van Der Mark saat keduanya berganti posisi sesering sang pemimpin. .

Setelah beberapa kali aksi salip-menyalip antara Rea dan Redding, Rea berhasil lolos di lap kedua terakhir. Namun, Rea kemudian membuat kesalahan kecil yang membuat Redding tetap dekat menuju lap terakhir.

Redding mencoba untuk masuk ke bagian dalam Rea di Tikungan 15 - kedua dari belakang - tetapi melebar saat melakukannya. Jarak antara kedua pembalap akhirnya menjadi hanya 0,2 detik saat melintasi garis finis.

2: Razgatlioglu dan Rea bertarung sengit di Magny-Cours

Sementara margin pada bendera kotak-kotak adalah +2.908 detik yang jauh lebih besar, itu adalah jarak yang tidak bisa menggambarkan keseluruhan cerita Race 2.

Dengan jarak kejuaraan yang hanya tujuh poin menuju putaran Prancis dan baik Razgatlioglu maupun Rea berusaha untuk saling mengalahkan, pertempuran itu sama sengitnya dengan yang kita saksikan sepanjang musim.

Faktanya, ini adalah balapan di mana kontak terus-menerus dilakukan, sementara aksi overtake di antara keduanya hanya berlangsung satu atau dua tikungan sebelum yang lain merespons.

Tidak sampai tiga lap tersisa, Razgatlioglu akhirnya mematahkan margin satu detik di antara keduanya, karena Rea telah memberikan tekanan besar pada pebalap Yamaha itu selama lebih dari sepuluh lap.

Rea lebih cepat di sektor dua dan tiga yang memberinya peluang di Tikungan 12 dan 14. Namun, Razgatlioglu luar biasa saat mengerem, tema musim 2021, yang merupakan sesuatu yang ia manfaatkan dengan sempurna di balapan ini.

1: Razgatlioglu finis 0,040 detik di depan Redding pada Race 1 Most

Dalam salah satu finis WorldSBK terdekat dalam beberapa tahun terakhir, Razgatlioglu mengalahkan Redding selama balapan pertama di Most. Dimulai dengan pertarungan tiga pembalap, menjadi dua saat Rea terlempar dari posisi ketiga.

Kesalahan pembalap Kawasaki memberi Razgatlioglu keuntungan besar dan satu di mana jika dia mengambil finis kedua yang nyaman dia akan memimpin kejuaraan.

Namun, pembalap 25 tahun tidak puas dengan hanya finis kedua, dan mendorong untuk mengejar Redding meskipun Ducati tampak seperti paket yang lebih baik untuk digunakan.

Setelah beberapa aksi salip-menyalip, Razgatlioglu akhirnya memimpin beberapa lap. Tapi seperti Magny-Cours ketika dia bertarung dengan Rea, Redding tetap dekat dan benar-benar kembali memimpin dengan mengerem Razgatlioglu di Tikungan 1.

Mantan pebalap MotoGP itu tampaknya difavoritkan untuk meraih kemenangan sejak saat itu dan seterusnya, tetapi dua lap terakhir yang luar biasa dari Razgatlioglu membuatnya kembali ke jarak sepersepuluh - sebelumnya kehilangan satu detik karena kesalahan.

Upaya pertama Razgatlioglu untuk memimpin di lap terakhir terjadi di Tikungan 15, tetapi pebalap Yamaha itu melebar yang membuat Redding kembali memimpin.

Terlihat ada celah yang cukup besar di antara keduanya, tetapi sekali lagi Razgatlioglu menutup pebalap Ducati itu di rentetan Tikungan 17, 18 dan 19, sebelum melakukan gerakan spektakuler di Tikungan 20.

Razgatlioglu menerjang ke sisi dalam ketika Redding sudah berkomitmen untuk menikung, dan sementara Redding harus sedikit mengangkat Panigale V4 R-nya agar keduanya tidak bertabrakan, itu adalah balapan yang brilian di antara keduanya.

Redding kemudian menggunakan kecepatan garis lurus Ducati yang lebih baik untuk mendekati Razgatlioglu, tapi itu tidak cukup di garis.

Pertarungan hebat lainnya dari musim WorldSBK 2021 adalah Race 1 Catalunya saat Razgatlioglu, Rea, Redding, Axel Bassani dan Michael Rinaldi semuanya memimpin balapan.

Selain itu, Race 2 Misano juga patut masuk nominasi ketika  Razgatlioglu mengalahkan Michael Rinaldi untuk kemenangan pertamanya di tahun 2021 dan Race 2 di San Juan saat Redding bertarung keras melawan Rea dan Razgatlioglu sebelum meraih kemenangan nyaman.