Toprak Razgatlioglu harus melihat masanya sebagai juara WorldSBK diakhiri oleh pembalap Ducati Alvaro Bautista yang tampil brilian sepanjang musim 2022.

Namun Toprak masih tampil dalam level tertingginya, ia hanya terpaut dua kemenangan dari Bautista yang menjadi pembalap tersukses dengan 16 kemenangan.

Baik Bautista dan Razgatlioglu menunjukkan tingkat dominasi yang mengesankan saat masing-masing meraih hattrick kemenangan, rekor putaran juga dipecahkan - kebanyakan oleh Razgatlioglu selama sesi Superpole.

Meski Razgatlioglu terbukti sangat konsisten, Bautista membuat lebih sedikit kesalahan yang pada akhirnya memainkan peran besar dalam hasil kejuaraan.

Mantan pebalap MotoGP itu hanya melakukan satu kesalahan sepanjang musim, sekaligus finis di podium dalam 28 dari 33 balapan.

Berbicara kepada WorldSBK.com, Denning menyimpulkan bahwa Bautista adalah juara yang pantas dan bahwa kombinasinya dengan Panigale V4 R memaksa semua orang harus tampil 'sempurna'.

Denning berkata: "Kami memenangkan 13 balapan tahun lalu dengan Toprak dan 14 balapan tahun ini. Ternyata tahun ini, dengan Alvaro membuat satu kesalahan sepanjang musim, yaitu Donington ketika dia kehilangan bagian depan dan DNF. Sebagai sebuah tim, sebagai pengendara, Anda harus sempurna di mana saja.

"Ketidaksempurnaan membuat kami kehilangan kesempatan untuk membawa pertarungan ke Phillip Island. Alvaro pantas menjadi juara.

"Intinya adalah kami tidak memiliki cukup kemampuan untuk memenangkan gelar, tetapi dengan ukuran lain, itu adalah musim yang sangat sukses.

"Yang perlu diakui adalah paket Bautista-Ducati dan level yang dicapai Jonathan dan Kawasaki tahun ini jauh lebih tinggi dari tahun lalu."

Meski begitu, Razgatlioglu luar biasa untuk sebagian besar musim ini dan Denning dengan cepat menunjukkannya: "Toprak tampil luar biasa sepanjang tahun. Ada beberapa hal kecil yang dia tahu bisa dia lakukan dengan lebih baik dalam hal bagaimana kita mempersiapkan diri untuk balapan akhir pekan ketika segala sesuatunya mungkin tidak berjalan sebagaimana mestinya.

"Kami perlu terus mengembangkan motor dan Yamaha bekerja sangat keras dengan cara itu dan, secara operasional, ada beberapa hal sebagai sebuah tim.

"Ketika pesaing Anda sekuat itu, Anda tidak dapat memiliki kelemahan apa pun, jadi kami harus menyingkirkannya dan melangkah maju."