Setelah kehilangan momentum dalam pertarungan gelar di Prancis, Scott Redding berharap untuk bangkit kembali di Catalunya. Sirkuit yang akrab bagi pembalap Inggris karena pengalaman di MotoGP.

Redding, mencetak poin gabungan tertinggi dari Most dan Navarra, berjuang di Magny-Cours meskipun naik podium pada Race 2. Pembalap Ducati itu tercecer di P12 setelah terjatuh pada akhir Race 1, dan finis kelima untuk balapan Superpole.

Mempertontonkan pemulihan yang baik selama double-header hari Minggu, kerja keras untuk menutup defisit 80+ poin menjadi di bawah 40 batal karena Toprak Razgatlioglu dan Jonathan Rea selalu finis 1-2 di ketiga balapan.

Meski cukup familiar, Redding merasa akan kesulitan di Barcelona, apalagi jika melihat beberapa tikungan panjang di mana ia cukup kesulitan dengan Panigale V4 R, khususnya di Tikungan 3.

“Jika saya harus jujur, Barcelona tidak berada di urutan teratas daftar sirkuit favorit saya,” kata Redding menjelang akhir pekan ini. “Saya pikir kondisi cuaca bisa menjadi faktor, terutama jika suhunya sangat tinggi, karena kami harus menghadapi beberapa tikungan panjang di mana kami bisa sedikit kesulitan.

"Targetnya, bagaimanapun, adalah untuk finis di podium dalam balapan apa pun. Itu tidak akan mudah, tetapi saya akan memberikan yang terbaik."

Sementara untuk rekan satu tim Redding, Michael Rinaldy, Magny-Cours sedikit lebih baik saat ia finis P4, P10, dan P7 dari ketiga balapan. Namun, pembalap Italia itu masih mencari performa terbaik yang memberinyaa kemenangan ganda di Misano.

Rinaldi yang sangat 'bertekad' menambahkan: "Saya tidak sabar untuk mengendarai motor pada Jumat pagi di trek di mana saya merasa nyaman di masa lalu.

"Saya sangat bertekad: ada keinginan kuat untuk kembali bersaing dan menemukan perasaan terbaik. Saya akan melakukan yang terbaik untuk memperebutkan podium di setiap balapan dan memberikan kepuasan kepada tim."