Menyambut era baru setelah berganti nama dari Racing Point, Aston Martin meluncurkan mobil F1 pertamanya selama 60 tahun, AMR21, dengan acara yang glamor pada hari Rabu (3/3).

Bagaimana tidak, tim menegaskan statusnya sebagai tim dengan unsur Britania Raya paling kental dengan menampilkan aktris Gemma Arterton yang memandu acara, serta Legenda NFL Tom Brady, dan pemeran James Bond, Daniel Craig yang hadir secara virtual, menandakan kembalinya Aston Martin ke F1 setelah absen selama enam dekade.

Puncak dari momen tersebut adalah ketika duet pembalap Sebastian Vettel dan Lance Stroll menarik bendera Union Jack berukuran raksasa, dan menampilkan Aston Martin AMR21 yang hadir dengan warna British Racing Green yang ikonik.

Mengambil basis RP20, Aston Martin AMR21 tentu tidak kalah kontroversialnya dengan inspirasi desain dari Mercedes masih terlihat sangat jelas. Dan untuk mobil 2021, Aston kembali menerapkan pendekatan yang sama seperti Racing Point di tahun 2020.

Tim yang berbasis di Silverstone ini memang melakukan ubahan filosofi desain, namun disaat bersamaan mereka membeli komponen bagian belakang milik Mercedes tahun lalu. Alhasil, Aston mengadaptasi bagian belakang W11 ke AMR21 tanpa harus menggunakan token, dan memakai token untuk memproduksi sasis baru. 

Menjelaskan proses pengembangan AMR21 Aston Martin, direktur teknis Andrew Green mengungkapkan dua fokus utama tim untuk tahun 2021, yang dipengaruhi oleh perubahan aturan aerodinamis sisi belakang yang bertujuan untuk memangkas tingkat downforce dan memperlambat mobil untuk tahun ini.

“Saya pikir penggerak utama dalam performa adalah aerodinamka, jadi jelas ada dorongan besar pada sisi aerodinamis,” jelas Green.

“Perubahan regulasi yang terjadi akhir tahun lalu berdampak besar pada performa aero dan kami menghabiskan musim dingin mencoba untuk mencoba memulihkan kerugian dari perubahan regulasi. Itu adalah fokus besar.

“Kami telah mengubah bagian belakang mobil sekarang menjadi suspensi 2020 seperti yang dipasok oleh Mercedes, Itu selalu rencananya. Jadi itu adalah dua area utama yang menjadi fokus kami selama musim dingin. ”

Green mengakui bahwa "perhatian terbesar" Aston Martin adalah mengadopsi bagian belakang Mercedes ke dalam desain mobilnya, sebuah komitmen yang dibuat jauh sebelum peraturan aero baru diumumkan.

“Kami sudah berkomitmen untuk [memakai] suspensi dan gearbox 2020 sebelum regulasi diubah, jadi ada kekhawatiran berpotensi salah arah,” ucapnya. “Tapi segera menjadi jelas bahwa setidaknya itu melengkapi mereka, ternyata itu bukan masalah pada akhirnya.

"Saya pikir yang lebih sulit adalah perubahan yang terlambat pada regulasi aerodinamis - itulah yang mengharuskan kami untuk bereaksi lebih cepat," tambah Green.

“Tidak ada yang direncanakan, jadi seperti semua orang yang terkejut dari FIA. Jadi saya pikir itu adalah aspek terbesar dari apa yang kami lihat selama musim dingin, perubahan yang telah dibuat oleh FIA daripada perubahan terencana yang telah kami lakukan.”

Meskipun Aston Martin awalnya tidak berniat untuk melanjutkan pendekatan yang terinspirasi dari Mercedes menuju tahun 2021, Green optimistis pihaknya dapat memanfaatkan keputusan F1 untuk menunda perombakan regulasi hingga 2022 dengan belajar dari kesalahan sebelumnya.

“Jelas kami tidak tahu apa yang telah atau sedang dilakukan Mercedes,” Green menjelaskan. “Konsep pada mobil ini 100 persen Aston Martin dan arah awal yang telah ditetapkan, kami hampir melihat dua tahun lalu sekarang.

“Tampaknya jauh di belakang kami dan kami telah belajar dan banyak hal yang luar biasa sejak saat itu. Itu adalah tantangan bagi grup dan saya pikir selama ini kami telah melakukan banyak pekerjaan yang sangat bagus tetapi tahun lalu kami juga membuat beberapa kesalahan juga.

“Saya pikir kami pasti belajar dari kesalahan itu dan kami telah memperbaikinya untuk mobil 2021, yang memberi kami banyak optimisme untuk performa mobil di masa depan. Saya pikir secara keseluruhan saya senang dengan keputusan yang kami buat dua tahun lalu dan kami masih mengembangkannya."

Dan Green menegaskan bahwa setiap tekanan tambahan untuk tampil di bawah nama baru tim adalah murni karena dorongan diri sendiri dan tidak akan berdampak pada cara kerjanya.

“Tekanan terjadi sendiri terlepas dari bagaimana kami beroperasi,” katanya. “Kami beroperasi dalam batasan, apakah itu finansial atau teknis.

"Itulah kendala-kendala yang kita operasikan di dalam, dan kita menekan diri kita sendiri untuk melakukan yang terbaik yang dapat kita lakukan mengingat pengekangan itu, dan pengekangan itu baru saja bergerak.

“Kami punya lebih banyak kemampuan sekarang, tapi tekanannya muncul sendiri. Kami ingin melakukan yang terbaik semampu kami dan tidak ada tekanan tambahan di luar itu, semuanya datang dari individu. "

AMR21 akan membuat debut lintasannya hari ini di Silverstone sebagai bagian dari hari pembuatan film, dengan Vettel dan Lance Stroll berbagi tugas mengemudi.

 

Comments

Loading Comments...