Mercedes telah berjuang untuk beradaptasi dengan mobil generasi baru F1 yang mengusung konsep ground-effect, dengan Lewis Hamilton atau George Russell belum meraih kemenangan musim ini.

Is Hamilton No Longer the Best Wet Weather Driver?

Pada saat bersamaan, Red Bull akan menyegel gelar konstruktor pertama mereka sejak 2013 pada Grand Prix Amerika Serikat akhir pekan ini, menandai berakhirnya dominasi The Silver Arrows.

Mereka telah memenangkan setiap kejuaraan konstruktor sejak 2014, sementara satu-satunya kekalahan di kejuaraan pebalap (dalam periode yang sama) terjadi pada 2021.

Pabrikan Jerman itu paling terpengaruh oleh efek porposing pada awal musim, dan meski masalah tersebut telah teratasi, W13 bukanlah lawan sebanding dari mobil racikan Red Bull dan Ferrari di sejumlah Sirkuit.

Penantang 2022 mereka sangat draggy, ditambah lagi mereka tidak lagi memiliki keunggulan unit daya yang signifikan seperti dulu.

Wolff yakin Mercedes akan dapat membalikkannya pada tahun 2023, mengklaim bahwa "teka-teki itu selesai" dengan memahami masalah yang menghantui mereka tahun ini.

“Kami harus rendah hati dan harus bangkit,” katanya kepada Formule1.nl . “Jika ada yang salah, kami menyalahkan masalahnya, bukan orangnya.

“Tepatnya sekarang kami harus mencari tahu apa yang bisa dilakukan dengan lebih baik dan mengambil risiko: kami selalu kuat di Mercedes.

“Teka-teki itu selesai. Alasan kami tidak tampil seperti yang diharapkan tahun ini adalah karena kami tidak menyatukan potongan-potongan teka-teki. Percayalah, ini bukan akhir dari dominasi kami, ini hanya sebuah interupsi."