Team Principal Haas Formula 1, Guenther Steiner menegaskan dia tidak akan 'jatuh ke dalam jebakan emosional' dan membiarkan torehan poin Romain Grosjean di F1 GP Eifel memengaruhi susunan pembalap 2021.

Grosjean finis kesembilan untuk mencetak poin pertamanya musim ini, dan memberikan Haas finis 10-besar kedua sepanjang F1 musim 2020. Hal ini terjadi berkat strategi 1 pit-stop dan performa brilian meski sempat khawatir jarinya patah.

Hasil di Nurburgring membantu Haas memangkas jarak dari peringkat delapan Alfa Romeo dalam kejuaraan konstruktor menjadi hanya dua poin dengan enam balapan tersisa.

Pun demikian, Steiner bersikeras dia tidak akan membiarkan dirinya terpengaruh oleh hasil tersebut karena Haas terus mengevaluasi opsi pembalapnya untuk musim depan. Adapun beberapa pembalap yang dikaitkan dengan tim asal Kannapolis, Carolina Utara itu adalah Sergio Perez, Nico Hulkenberg, Nikita Mazepin dan Mick Schumacher.

"Anda tahu, Kami tidak bisa begitu emosional, bahwa kami bisa pergi dari satu balapan ke balapan lainnya dan memutuskan segalanya," jelas Steiner. “Seperti yang selalu saya katakan, ini adalah keputusan jangka panjang, bukan untuk jangka pendek. Dan saya tidak ingin jatuh ke dalam jebakan itu.

"Saya tetap sangat kukuh pada yang [pendirian] satu ini, itu yang selalu saya katakan: kami ingin mengevaluasi bagaimana kinerja tim, atau bagaimana menurut kami tim akan tampil terbaik, dengan pembalap mana dalam dua hingga tiga, empat tahun ke depan."

Sebelum Grosjean mencapai P9, Haas belum mencetak poin sejak Kevin Magnussen finis ke-10 di Hongaria Juli lalu. Ditanya seberapa penting hasil F1 GP Eifel bagi tim, Steiner menjawab: “Sangat penting!

“Ini tidak hanya penting untuk poin di klasemen karena kami bergerak satu poin lebih dekat ke Alfa Romeo, tetapi ini terutama untuk para pembalap, untuk semua orang, perasaan yang baik, bagaimana rasanya mendapatkan poin.

“Itu membuat semua orang termotivasi, dan saya pikir mereka semua melakukan pekerjaan dengan baik selama akhir pekan.”