Max Verstappen dan rekan satu timnya di Red Bull, Sergio Perez, terseret insiden multi-mobil yang dipicu oleh pembalap Mercedes, Valtteri Bottas, yang menabrak belakang Lando Norris.

Berbeda dengan Perez yang tersingkir di tempat, Verstappen bisa melanjutkan balapan meski menderita beberapa kerusakan parah di lantai dan area bargeboard Red Bull RB16B-nya.

Pada akhirnya, ia tidak bisa berbuat banyak dan harus puas menuntaskan balapan ke-10, yang kemudian naik jadi P9 menyusul diskualifikasi Sebastian Vettel karena pelanggaran sampel bahan bakar.

“Anggap saja menurut saya Mick Schumacher memiliki downforce lebih banyak daripada Max,” jawab Horner ketika ditanya berapa banyak downforce yang hilang dari Verstappen.

“Dia membalap sekuat hatinya, mendapatkan satu poin, yang bisa menjadi sangat penting di akhir tahun. Mekanik juga menurunkan waktu pit stop, jadi kami terus berjuang.

“Syukurlah Mercedes melolong secara strategis, Fernando Alonso juga terlihat seperti sedang mengemudi untuk Red Bull juga, jadi kerusakannya terbatas dibandingkan dengan apa yang seharusnya terjadi.”

Horner juga tak lupa memuji mekanik Red Bull untuk pekerjaan perbaikan "luar biasa" mereka saat memperbaiki beberapa kerusakan pada mobil Verstappen selama periode bendera merah awal.

“Saya harus mengatakan bahwa mekanik bekerja dengan sangat baik untuk membuat mobil itu bekerja kembali,” tambah Horner. “Hanya meluruskan beberapa pipa di atasnya adalah respons yang luar biasa. Tapi jelas sangat membuat frustrasi.”

Verstappen mengatakan tingkat kerusakan yang ditimbulkan membuat RB16B miliknya "hampir tidak mungkin untuk dikendarai".

"Valtteri benar-benar kehilangan titik pengeremannya dan menyebabkan kecelakaan besar," jelasnya. “Sejak saat itu, saya kehilangan seluruh sisi mobil saya dan seluruh area bargeboard. Itu semua hilang.

“Lantainya juga rusak sehingga sejujurnya hampir tidak mungkin untuk mengemudi. Saya masih mencoba yang terbaik dan saya mencetak satu poin, jadi setidaknya itu sesuatu, tapi tentu saja bukan itu yang kami inginkan.”