Pada Grand Prix Belanda, kepala tim Mercedes Wolff mengatakan dia tidak akan memiliki masalah dengan Alex Albon membalap untuk Williams musim depan, selama dia "bebas" dari kontrak Red Bull-nya.

Albon diumumkan sebagai pengganti George Russell yang mendapat promosi ke Mercedes, bergabung Nicholas Latifi di Williams untuk 2022 pada hari Rabu (8/9).

Menyusul pengumuman itu, Red Bull mengonfirmasi telah 'melepas' Albon sehingga dia bisa kembali ke grid F1 tetapi mempertahankan “hubungan dengan dia yang mencakup opsi masa depan”.

Berbicara pada Jumat malam menjelang Grand Prix Italia, Wolff menekankan bahwa dia tidak lagi khawatir tentang bergabungnya Albon dengan tim pelanggan Mercedes, atau keputusan Williams untuk tidak mengambil juara dunia Formula E Nyck de Vries.

Namun, untuk menjaga kerahasiaan hak intelektual Mercedes atas power unitnya, kontrak Albon disispi klausul non-kompetisi (Non-disclosure Agreement), yang secara hukum melarang pembalap Inggris itu membocorkan 'jeroan' pabrikan Jerman itu ke Red Bull.

“Tidak, kami selalu menghormati otoritas tim yang memilih pembalapnya,” kata Wolff ketika ditanya apakah ada rasa frustrasi karena Albon mendapat anggukan dari de Vries.

“Saya berada di Williams dan saya tidak ingin ada yang ikut campur dalam keputusan pembalap kami. Dan dengan cara yang sama, kami tidak memiliki hak kontraktual yang dapat kami miliki atau akan kami manfaatkan karena menurut saya tidak tepat untuk mencampuri keputusan tim tentang pembalap.

“Yang penting bagi kami adalah jika pengemudi dari produsen Power Unit lain bergabung dengan tim, ada klausul kerahasiaan IP yang sangat ketat dan jelas. Itu selalu sangat selaras dengan Williams. Mereka tahu persis dari mana kita berasal dan apa yang penting untuk dilindungi.

“Dan sejujurnya saya sangat mendukung, meskipun itu bukan urusan saya, Alex Albon. Dia pantas berada di F1, dia pria yang hebat dan saya senang untuknya bahwa dia ada di dalam mobil.”

Ditanya apakah Mercedes telah mendapatkan klausul kerahasiaan dalam kontrak Albon yang dicarinya, Wolff menjawab: “Tentu saja. Dan dia pada dasarnya adalah pebalap Williams untuk 12 bulan ke depan, dia tidak memiliki hubungan dengan Red Bull selama waktu itu.”

Bos Williams Jost Capito bersikeras bahwa Albon adalah "100% pembalap Williams pada 2022", menambahkan "itu memecahkan banyak masalah" yang mungkin dimiliki Wolff.

“Kami harus terbuka agar pembalap bisa mengambil kesempatan yang datang dan tim bisa menentukan pembalap yang mereka yakini terbaik untuk mereka,” jelas Capito.

“Saya pikir perlu ada sedikit lebih banyak keterbukaan dan kebebasan. Jika seorang pembalap dibebaskan dari satu tim, itu diterima dia bisa pergi ke tim lain.

“Dan saya pikir Toto tahu bahwa jika dia [Albon] dibebaskan dari kontraknya di Red Bull, dia bukan pembalap Red Bull saat itu dan dia 100% pembalap Williams.”