Fans dan beberapa pembalap mengkritik format Sprint Qualifying setelah uji coba kedua yang cenderung membosankan pada Grand Prix Italia. Setelah Sergio Perez melabeli balapan tamabahan tersebut sangat membosankan, kini giliran Fernando Alonso angkat suara.

Mengomentari kritikan Sprint Qualifying, F1 terbuka untuk melihat opsi lain untuk format baru akhir pekan, termasuk prospek Sprint Race dengan Reverse Grid, yang tidak akan mempengaruhi starting grid balapan utama hari Minggu.

Tetapi Alonso mengatakan F1 tidak perlu mengubah formatnya dan menunjukkan bagaimana olahraga lain seperti sepak bola tidak mengubah aturan mereka setelah hasil imbang tanpa gol yang “membosankan”.

“Saya pikir Formula 1 selalu mengejar peningkatan yang terkadang tidak diperlukan,” kata juara dunia dua kali itu. “Saya tidak melihat olahraga lain yang begitu khawatir tentang membuat atau meningkatkan pertunjukan.

“Saya melihat sepak bola, yang biasanya adalah rajanya olahraga, dan ada begitu banyak permainan yang sangat membosankan. Dan minggu berikutnya tidak ada drama, tidak ada perubahan.

“Tidak ada saran bagaimana mengubah permainan untuk membuat gol lebih besar, bermain tanpa penjaga gawang untuk meningkatkan pertunjukan. Tidak ada drama.

"Olahraganya ada dan Formula 1 harus senang dan bangga sebagai pertunjukan karena ini adalah hal yang sangat besar."

Alonso mengatakan dia bukan penggemar ide reverse grid, dan malah menyarankan agar F1 bisa kembali ke kualifikasi one-shot jika ingin mencoba memperbaiki keadaan.

“Perasaan saya hari Jumat adalah apa yang mungkin menentukan sisa akhir pekan, karena kualifikasi dibuat oleh performa mobil dan bukan oleh masukan pembalap,” jelasnya.

“Ketika Anda hanya memiliki satu set ban atau satu upaya - oke mobil adalah hal yang paling penting tetapi pengemudi harus memberikannya dalam satu setengah menit itu.

“Ketika Anda memiliki satu jam enam set ban, Anda membuat satu kesalahan, Anda membuat dua kesalahan tetapi kemudian Anda memasang satu set ban lagi, dan sekali lagi Anda finis di posisi yang pantas Anda dapatkan, atau mobil yang pantas mendapatkannya.

"Jadi saya pikir kita harus benar-benar menambahkan beberapa kesulitan pada hari Jumat, bahkan mungkin hanya satu upaya, bukan enam.”

F1 terakhir menggunakan kualifikasi one-shot pada tahun 2005 sebelum beralih ke format tiga tahap saat ini pada tahun berikutnya.

“Bayangkan satu lap di Monaco dan Anda hanya memiliki lap itu dan ada track evo, atau mungkin ada cuaca,” tambahnya.

“Mungkin para pemimpin kejuaraan memulai lebih dulu, dan Anda membuat putaran besar, dengan evolusi trek dan Anda mulai di baris pertama grid, sesuatu seperti itu.

“Mungkin ada satu akhir pekan di mana Anda beruntung, dan Anda bisa melakukan sesuatu yang ekstra.

“Sekarang, tanganmu diikat. Bahkan jika Anda memiliki inspirasi suatu hari, jika mobil Anda adalah yang tercepat kelima, Anda akan finis di urutan kesembilan dan ke-10.”