Lewis Hamilton secara mengejutkan tersingkir babak kualifikasi Q1, menandai hasil kualifikasi terburuknya secara kecepatan murni sejak Grand Prix Ingris 2009. 

Memulai balapan dari P16, Hamilton berhasil naik ke posisi poin setelah melakukan stint pertama yang panjang dengan ban Hard. Tidak bisa masuk pit setelah periode VSC yang disebabkan Daniel Ricciardo dan Fernando Alonso mogok, pembalap Mercedes itu baru masuk pit pada Lap 41 dan terlempar dari poin.

Dari sana, Hamilton menyalip beberapa pembalap mengamankan poin terakhir yang ditawarkan. Meski demikian, juara dunia tujuh kali itu mengaku bahwa ia butuh lebih banyak grip dan tenaga dari Mercedes-nya setelah balapan kedua yang sulit musim ini.

“Saat ini kami tidak bertarung untuk langkah teratas seperti yang Anda tahu, kami sangat jauh dari orang-orang di depan,” Hamilton mengakui. “Kami punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

“Kami membutuhkan lebih banyak grip dan kami membutuhkan lebih banyak kekuatan. Dari segi keseimbangan, mobil terasa enak, tetapi tidak cukup cepat. Hasil akhirnya tidak bagus tapi balapan berjalan relatif baik.

“Kami tidak beruntung dengan bagaimana VSC bermain di akhir, tetapi saya memberikan segalanya.”

3034177.0064.jpg

Hamilton mencatat peningkatan mesin yang mengesankan dari Ferrari saat ia melawan Haas dari Magnussen pada tahap penutupan balapan, di mana ia tidak bisa mengimbangi VF-22 yang dikendarai pembalap Denmark itu.

“Tidak banyak yang berubah sejak balapan terakhir tetapi ini baru dua hari,” jawabnya ketika ditanya apakah Mercedes mampu melakukan perbaikan dengan W13 yang bermasalah.

“Yang saya tahu hari ini adalah bahwa saya tidak bisa mengikuti Haas pada akhirnya. Kekuatan yang mereka miliki, mereka datang dengan ketapel melewati saya ketika saya menyalip Magnussen di awal balapan.

“Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi saya tahu saya memiliki tim yang hebat dan kami akan tetap menundukkan kepala dan mencoba untuk berkembang.”