Valentino Rossi, 43, menyudahi karier MotoGP yang termahsyur dengan sembilan titel akhir musim lalu, dan langsung berada di balik kemudi Audi R8 GT3 milik WRT Team, dan akan membalai di GT World Challenge Eropa di Brands Hatch hari Minggu.

Ini adalah balapan kedua dari petualangan barunya, yang pertama ia finis ke-17 di Imola setelah insiden pit-stop saat ia melewati krunya ketika akan melakukan pit-stop.

Tapi Rossi, seperti biasa, tersenyum dalam persiapan balapan keduanya dan mengungkapkan mengapa dia melakukan transisi dari MotoGP: “Saya selalu punya ide untuk balapan dengan mobil, sejak saya memulai dengan motor.

“Ide dengan GT3 ini membantu saya untuk berhenti dengan motor! Untuk berhenti sangat sulit. Saya mengendarai mobil di masa lalu hanya untuk meningkatkan keterampilan saya. Saya ingin menjadi kompetitif.

“Anda membutuhkan sesuatu – Anda perlu merasakan adrenalin, untuk tetap menjadi pembalap, untuk tetap berada di trek, untuk melompat ke dalam mobil, untuk memakai helm. Ini sama seperti ketika saya berusia lima tahun. Saya harap saya bisa membalap mobil untuk [beberapa] musim.”

Menargetkan Spa dan Le Mans 24 jam

Spa 24 Jam dan Le Mans adalah tujuan baru yang ditetapkan oleh Rossi untuk dirinya sendiri.

“Saya ingin bersaing dengan orang-orang baik – memiliki kecepatan dan mengendarai mobil secara maksimal, menjadi sekuat mereka,” katanya.

“Ya, Le Mans adalah sebuah ambisi tapi tahun ini kami balapan di Spa dan itu adalah balapan terbesar untuk mobil GT3 karena Anda memiliki 60 mobil dan semuanya berada di kelas yang sama.

“Le Mans adalah cerita lain dengan mobil yang berbeda dan di trek dan saya sangat bersemangat untuk Spa.

“Juga karena saya belum pernah mengemudi di Spa. Saya belum pernah ke sana dan semua orang mengatakan bahwa ini adalah trek yang bagus. Setelah itu, juga di masa depan, saya ingin mencoba Le Mans.”