Tidak, dia bukan Aleix Espargaro. Mungkin ia akan masuk ke dalam daftar beberapa tahun lalu saat Aleix secara konsisten tampil impresif di atas Aprilia RS-GP yang inferior.

Redaksi Crash.Net MotoGP telah memperdebatkan masalah ini selama jeda musim panas, dan kami sepertinya sudah menemukan jawabannya...

Miguel Oliveira

Dia sensasional di Portimao, balapan kandangnya, pada tahun 2020 di mana dia mengklaim kemenangan MotoGP keduanya. Dia adalah salah satu favorit untuk balapan itu tetapi, untuk tiga kemenangan lainnya di kelas utama, dia adalah underdog, khususnya saat memenangi balapan Mandalika yang basah.

Brad Binder

Orang yang bertanggung jawab atas kemenangan balapan pertama KTM. Binder memenangkan Grand Prix Ceko 2020, tonggak penting bagi timnya hanya dalam balapan ketiganya di kelas utama. Itu adalah balapan yang diharapkan Pol Espargaro menang. Binder, sebagai pemula, mencuri perhatian.

Dia juga menang secara spektakuler di Grand Prix Austria 2021 lewat sebuah perjudian nekat yang berhasil saat dia menyelesaikan balapan dengan ban slick ketika hujan deras pada tiga lap terakhir.

Johann Zarco

Spesialis finis kedua di MotoGP? Itu kritik yang tidak adil. Dia mungkin belum memenangkan balapan di kelas utama tetapi dia adalah juara Moto2 dua kali yang secara rutin bertarung di puncak grid MotoGP.

Zarco bisa dibilang kurang tersorot saat ini, meski ia telah naik podium dua kali dan menjadi pembalap Ducati terbaik di klasemen dengan menghuni posisi ketiga klasemen.

Luca Marini atau Marco Bezzecchi

Anak-anak VR46 juga termasuk salah satu pembalap yang kurang mendapat sorotan.

Marini memiliki kecepatan kualifikasi yang bagus meskipun dia tidak bisa menirunya selama balapan. Ketika beban bahan bakarnya turun, Marini cepat. Dia memiliki tiga finis berturut-turut di enam besar musim ini.

Bezzecchi segera terlihat di rumah dalam kampanye rookie MotoGP-nya, dia mendapatkan start baris depan pada Grand Prix Italia, dan finis di urutan kedua pada Grand Prix Assen.

Dari semua pembalap di atas, kira-kira siapa yang paling under-rated?