Dua kali juara dunia 125cc dan kepala tim MotoGP Fausto Gresini meninggal setelah dirawat di rumah sakit selama hampir dua bulan karena komplikasi terkait Covid. Hal ini telah dikonfirmasi timnya, Gresini Racing.

Pria yang bulan lalu baru saja merayakan ulang tahun ke-60, terkena COVID-19 pada akhir November, dan langsung masuk ruang Intensive Care Unit (ICU) di Rumah Sakit Maggiore Carlo Alberto Pizzardi di Bologna sejak 30 Desember.

"Berita yang tidak ingin kami berikan, dan sayangnya kami harus membagikannya kepada Anda semua. Setelah hampir dua bulan berjuang melawan Covid, Fausto Gresini meninggal dunia, beberapa hari setelah berusia 60 tahun," tulis rilis yang diberikan tim Gresini Racing.

"Semua Gresini Racing dekat dengan keluarga Fausto untuk mendukung: istrinya Nadia dan keempat anaknya Lorenzo, Luca, Alice dan Agnese ... serta semua orang yang memiliki kesempatan untuk mengenal dan mencintainya selama bertahun-tahun."

Setelah 12 tahun berkarir sebagai pebalap grand prix, dihabiskan seluruhnya di kelas 125cc, Gresini beralih ke manajemen tim dengan mendirikan Gresini Racing tahun 1997.

Tim Gresini telah memenangkan tiga gelar di kelas yang lebih kecil - kejuaraan dunia 250cc 1997 bersama Daijiro Kato, mahkota Moto2 2010 bersama Toni Elias dan gelar Moto3 2018 bersama Jorge Martin - ditambah kemenangan balapan MotoGP satelit Honda untuk Sete Gibernau (8), Marco Melandri (5) dan Elias (1).

Di balik prestasi tersebut, Gresini juga dua kali kehilangan pembalap terbaiknya di kelas MotoGP karena kecelakaan fatal saat balapan, yakni Daijiro Kato (2003), dan Marco Simoncelli (2011).

Saat ini, Gresini menjadi tim pabrikan Aprilia MotoGP mulai 2014, dan akan berakhir pada akhir musim ini. Selanjutnya, Gresini Racing akan kembali jadi tim independen MotoGP mulai 2022.