Krusialnya peran pembalap tes bagi pabrikan MotoGP semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir, dengan eks pembalap bintang seperti Casey Stoner (Ducati), Dani Pedrosa (KTM), Jorge Lorenzo dan Cal Crutchlow (Yamaha) sibuk mengembangkan motor prototype MotoGP.

Bukan cuma pabrikan dengan dukungan finansial kuat, peran pembalap tes juga sama pentingnya bagi Suzuki dan Aprilia, yang cuma menurunkan dua motor saja. Khusus Suzuki, mereka memiliki mantan juara World Superbike dan pembalap 250cc /MotoGP, Sylvain Guintoli.

Guintoli, 38 tahun, memang tidak terlalu menonjol untuk kecepatan balapnya, di mana ia meraih finis ke-12 di Silverstone 2019, sebagai hasil terbaik dalam 10 penampilan wild-card/pengganti bersama Suzuki GSX-RR selama empat tahun terakhir.

Namun, kejeliannya dan akurasi terharap motor sangat mengesankan, seperti yang terjadi akhir-akhir ini ketika Suzuki secara tidak sengaja memasukkan engine mapping yang tidak sesuai.

"Sylvain sangat penting bagi kami untuk mengembangkan motor, mengevaluasi arah. Misalnya, komentarnya selalu sangat akurat dan waktu lapnya sangat dekat dengan pembalap, mengingat dia adalah pembalap penguji," kata pemimpin proyek Suzuki MotoGP, Shinichi. Sahara.

"Lucunya dia mencoba satu item [mapping] elektronik, tetapi secara tidak sengaja pemetaannya tidak berubah sebelum dia mencoba. Dia tidak tahu dan dia mencobanya, jadi saya bertanya kepadanya: 'Bagaimana perbedaannya?'

"Dia berkata: 'Tidak, saya tidak bisa merasakan perbedaan'. Saya berkata 'ya, kamu benar!' Dia sangat akurat!

"Dia juga konsisten dan secara fisik sangat kuat. Tapi sayangnya tahun lalu karena situasi Covid-19, dia tidak bisa melakukan tes sebanyak yang dia inginkan."

Guintoli telah memperbaiki waktu yang hilang dengan mengerjakan berbagai bagian baru, seperti sasis dan swingarm, pada tes Qatar baru-baru ini - serta mencoba mesin Suzuki dengan spesifikasi awal 2022.

Di trek di Losail juga ada sesama pebalap tes Suzuki, Takuya Tsuda, yang biasanya bertanggung jawab atas pekerjaan pengembangan di Jepang.

"Saat ini ada test rider lain di Jepang, Tsuda. Ia meningkatkan performanya sebagai test rider di Motegi, dengan waktu lap sebaik Sylvain dan komentarnya semakin akurat," kata Sahara. "Kami memiliki dua pembalap tes yang bagus ini."

Lap terbaik Guintoli dari tes Losail adalah 1 menit 55.642 detik, hampir dua detik lebih lambat dari 1 menit 53.827 detik milik juara dunia Joan Mir, dan 1 menit 53.860 detik untuk rekan setimnya Alex Rins. Terbaik Tsuda adalah 1m 57.795s.

Selain tes MotoGP dan tugas wild card, Guintoli akan berkompetisi di kejuaraan Endurance World tahun ini untuk tim SERT Yoshimura.