Valentino Rossi memuji penampilan 'luar biasa' oleh rookie Enea Bastianini, yang menyerbu dari posisi start ke-12 untuk mengklaim podium di MotoGP di Sirkuit Misano.

Menggunakan Ducati spek 2019 untuk tim Avintia, di mana Bastianini mengalahkan pembalap seperti Joan Mir, Alex Rins, Pol dan Aleix Espargaro, Marc Marquez, dan Jack Miller, semuanya memakai motor spesifikasi terbaru, untuk naik podium bersama Francesco Bagnaia dan Fabio Quartararo.

Sementara Bagnaia, Franco Morbidelli, dan rekan satu timnya Luca Marini adalah anggota Akademi VR46 milik Rossi, Bastianini mengambil jalannya sendiri ke kelas utama.

"Bastianini bukan pebalap [VR46], tapi hari ini sangat mengesankan. Luar biasa!" kata Rossi, Minggu. “Dia sangat cepat. Sepanjang akhir pekan dia membalap seperti setan dan hari ini di balapan dia juga melakukan lap tercepat.

"Jadi, selamat untuknya dan saya pikir dia bisa memiliki masa depan yang sangat kuat."

Sementara Rossi mundur dari MotoGP pada akhir musim ini, performa yang ditunjukkan oleh rekan senegaranya Bagnaia, Morbidelli, dan sekarang Bastianini, ditambah rencana kepindahan Marco Bezzecchi, yang bersiap naik kelas ke tim VR46 musim depan bersama Luca Marini, The Doctor yakin Italia secara umum punya masa depan cerah di olahraga.

"Saya pikir Italia di MotoGP dalam situasi yang baik. Juga tanpa saya. Dan ini positif," kata Rossi. “Kami akan memiliki Pecco yang sudah bisa bertarung untuk kejuaraan tahun ini dan juga tahun depan.

"Saya juga berpikir Franco Morbidelli akan sangat cepat dan kuat dengan pabrikan Yamaha, jadi saya pikir dia bisa bertarung untuk kejuaraan tahun depan.

"Dari pihak Akademi juga ada saudara saya dan mungkin Bezzecchi, itu tidak resmi, tapi saya pikir mereka adalah dua pembalap yang sangat cepat seperti yang mereka tunjukkan di Moto2."

Rossi berbicara setelah menyelesaikan balapan MotoGP Misano di posisi ke-17, hanya unggul dari rekan satu tim barunya, Andrea Dovizioso.

The Doctor menilai ia telah memeangkan balapan di atas 35 tahun, "hanya saya dan Dovi!" namun Rossi menjelaskan kontak lap pembuka membahayakan peluangnya untuk mendapatkan poin.

“Kecelakaan kemarin berarti saya memulai balapan hari ini dari posisi 23, yang merupakan masalah. Di tikungan pertama saya dapat memulihkan beberapa posisi, tetapi kemudian di Tikungan 4 ada beberapa kontak dan saya harus keluar jalur, yang menempatkan saya di posisi terakhir," katanya.

“Setelah itu saya mencoba menekan, kecepatan saya lumayan dan saya bisa melakukan beberapa overtake. Sayang sekali itu tidak cukup untuk mendapatkan beberapa poin.

"Setelah bendera itu benar-benar menyenangkan dengan para penggemar, momen yang sangat emosional bagi saya, dan saya senang bisa melakukan putaran kehormatan."

Rossi akan bergabung dengan rivalnya kembali ke trek di Misano pada hari Selasa untuk apa yang akan menjadi tes MotoGP terakhirnya sebelum pensiun.

“Saya pikir kami akan berkendara hanya satu hari [dari dua] karena kami tidak memiliki apa pun untuk diuji,” kata Rossi. “Tapi kami mencoba untuk bekerja pada keseimbangan motor, beberapa ban, untuk mencoba meningkatkan sebelum akhir kejuaraan.”

Setelah balapan Misano, Rossi akan kembali ke Misano pada bulan Oktober untuk balapan kandang terakhirnya. Namun, sebelumnya ia harus pergi ke Austin lebih dulu untuk Grand Prix Amerika.

"Ini adalah tanggal yang sulit karena pada akhir Oktober apa pun bisa terjadi di Misano, Anda bisa mengalami hujan yang sangat dingin dan deras, tetapi juga akhir pekan musim gugur yang bagus. Kami harus beruntung," kata Rossi.

"Balapan berikutnya adalah di Austin, di mana terakhir kali saya sangat kuat, saya suka treknya jadi kita akan lihat di sana."