Meskipun meraih dua kemenangan dan satu finis kedua sejak Aragon, Francesco Bagnaia masih tertinggal 52 poin dari pimpinan klasemen MotoGP, Fabio Quartararo.

Sejak putaran kedua di Austria, di mana ia selesai P2 di Red Bull Ring, Bagnaia menjadi pencetak poin tertinggi selama lima ronde terakhir, di mana ia hanya sekali tidak naik podium di Silverstone.

Pecco juga mengalahkan Quartararo pada tiga dari lima balapan tersebut, termasuk pertarungan brilian keduanya di Misano. Namun, progres pembalap Ducati itu tidak cukup untuk benar-benar mengancam Quartararo karena hanya tersisa 75 poin maksimal yang bisa diperebutkan.

Quartararo memiliki kesempatan pertamanya mengklaim gelar di Misano akhir pekan depan, namun Bagnaia akan mencoba untuk memperpanjang nafasnya dalam pertarungan gelar mengingat hasil baru-baru ini di Sirkuit Misano.

Bagnaia sendiri menolak untuk menyerah dalam pertarungan gelar, meski ia menyadari konsistensi yang ditunjukkan oleh Quartararo membuatnya sadar gelar bisa dikunci baik itu di Misano atau Portimao.

"Tentu saja saya tidak akan menyerah, tetapi Fabio tahun ini pasti telah melakukan pekerjaan yang hebat," Bagnaia mengomentari peluang gelarnya musim ini. "Dia adalah yang tercepat di awal dan yang paling konstan.

“Jadi, dia benar-benar pebalap yang hebat. Dia akan memiliki kesempatan untuk menang dan kami tahu di mana kami kehilangan poin.

“Pada bagian terakhir musim ini, tiga atau empat balapan terakhir kami melakukan pekerjaan yang sangat bagus. Kami berkembang, kami belajar dan saya pikir kami lebih kompetitif.”