Enea Bastianini meninggalkan MotoGP Qatar 2022 sebagai pemimpin klasemen menyusul kemenangan perdana yang menakjubkan.

Setelah start yang buruk, membuatnya turun ke urutan lima, Bastianini mengelola balapannya dengan sempurna untuk memimpin balapan sebelum menahan Brad Binder pada lap terakhir.

Dengan pilihan ban memegang peranan penting, Bastianini memilih untuk ban belakang Medium sementara banyak pebalap di sekitarnya memilih opsi yang lebih lembut.

Berbicara tentang kemenangan kelas utama pertamanya, Bastianini menambahkan: "Saya sangat senang hari ini. Kami melihat potensi yang sangat baik dalam tes dan ketika kami tiba di sini kami telah melakukan langkah lain pada set-up dan elektronik.

“Kemarin, untuk pertama kalinya saya melakukan lap time yang sangat bagus di kualifikasi. Hari ini saya start dari baris pertama.

“Pilihan terbaik bagi saya adalah Medium di belakang karena pagi ini saya mencobanya dalam pemanasan dan melihat potensi yang bagus.

"Juga, dengan Soft itu memompa banyak di tikungan lambat tetapi Medium lebih stabil. Saya pikir 'oke saya harus menggunakan Medium'.

“Itu tidak mudah di bagian pertama balapan karena Pol [Espargaro] banyak menekan, tetapi tujuh lap terakhir itu adalah pilihan terbaik. Jadi dengan itu mungkin untuk menutup celah dan menang.”

Pada hari di mana Ducati melihat tiga penantang gelar utamanya mencetak nol poin - Jack Miller pensiun karena masalah teknis, sementara Francesco Bagnaia menyeret Jorge Martin keluar dari balapan, kemenangan Bastianini menyelamatkan pabrikan Italia itu di Qatar, salah satu sirkuit terbaiknya.

Tidak hanya bagi Bastianini, kemenangan MotoGP Qatar juga sangat penting bagi Gresini Ducati, yang kembali sebagai tim satelit penuh setelah sejak 2015 menukangi proyek pabrikan Aprilia.

Bastianini sendiri mendedikasikan kemenangan di Lusail untuk mantan pemilik tim, Fausto Gresini, yang meninggal karena COVID-19 tahun lalu.

"Ya, itu benar-benar menyenangkan! (untuk menang untuknya) Fausto memiliki orang-orang yang sangat baik di tim ini dan sekarang Nadia [Padovani] (Pemilik Tim Baru) telah menyatukan tim dan suasananya fantastis. Semua orang sangat termotivasi seperti saya. Tetap mungkin untuk melakukan ini untuknya hari ini," ujar La Bestia.