Juni lalu, McLaren Racing mengumumkan akan mengikuti kejuaraan balap SUV all-electric Extreme E untuk musim keduanya tahun depan.

Extreme E memulai kampanye perdananya tahun ini, dengan tim dan pembalap membalap di berbagai lokasi di seluruh dunia dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran akan perubahan iklim dan masalah lingkungan.

McLaren adalah tim Formula 1 pertama yang memasuki kejuaraan, menyusul dua juara dunia, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, yang masing-masing menurunkan tim mereka sendiri.

Tim yang berbasis di Woking telah mengumumkan awal minggu ini bahwa mereka telah mengakuisisi 75 persen saham di tim Arrow McLaren SP IndyCar, yang menegaskan komitmen penuhnya untuk IndyCar jangka panjang.

Foust akan menjadi ujung tombak tim pada tahun 2022 bersama seorang pembalap wanita yang tidak disebutkan namanya, yang akan diumumkan beberapa waktu mendatang.

Berbicara tentang pengumuman tersebut, CEO Zak Brown mengatakan: “Kami sangat senang bahwa Tanner telah bergabung dengan keluarga pembalap McLaren Racing. Dia adalah pesaing off-road kelas atas dengan banyak pengalaman dan rekam jejak kemenangan.

"Di samping kecakapan mengemudinya, dia memiliki kepribadian yang fantastis, yang akan terhubung dengan penggemar baru di seluruh dunia dan membawa tujuan dan pesan penting ke Extreme E ke depan.

“Kami tak sabar untuk mengumumkan rekan setim Tanner dan pebalap McLaren wanita pertama kami, untuk melengkapi line-up kami.”

Selain memenangi Global Rallycross Championship sebanyak dua kali, Foust juga memenangi empat medali emas X Games, dan juga dua kejuaraan Formula Drift.

Tanner juga merupakan pembalap Amerika pertama yang memenangi balapan Rallycross Eropa, dan menyudahi musim di tiga besar pada 2011 dan 2012. Selain itu, dia menjadi pembawa acara Top Gear di Amerika dan telah memegang berbagai rekor dunia dengan Hot Wheels.

“Untuk dapat membalap untuk McLaren adalah impian setiap pembalap dan kesempatan untuk bersaing untuk tim dalam seri balap yang inovatif dan imajinatif ini membuatnya semakin istimewa. Konsepnya unik dan tantangannya menarik," kata Tanner, 48 tahun.

"Ini akan memungkinkan saya untuk memanfaatkan semua pengalaman dan keterampilan saya, sambil menjadi bagian dari tujuan positif yang menangani masalah-masalah utama bagi planet dan masyarakat kita.”