Setidaknya enam wajah baru menghiasi grid WorldSBK 2021 saat putaran pertama di Aragon, yakni Andrea Locatelli, Axel Bassani, Tito Rabat, Isaac Vinales, Lucas Mahias, dan Kohta Nozane.

Dari keenam pembalap, Rabat adalah yang paling kesulitan di mana ia hanya mengklaim dua hasil sepuluh besar dari enam balapan awal, sangat mengejutkan mengingat pengalamannya di MotoGP, sementara Nozane, Vinales, Mahias, menorehkan hasil yang lumayan namun tidak spektakuler.

Sementara dua sisanya, Locatelli dan Bassani, justru langsung tampil mengesankan sebagai rookie musim lalu.

Locatelli, yang naik ke WorldSBK sebagai juara bertahan WorldSSP, tampil sensasional sejak Assen dan seterusnya saat ia mencetak 18 lima besar dari 25 balapan untuk menutup musim.

Pembalap Italia itu juga mengalahkan rekan senegaranya yang lebih berpengalaman, Michael Rinaldi, untuk posisi keempat dalam klasemen pembalap.

Sementara itu, Bassani bisa dibilang sama impresifnya mengingat dia hanya membela Motocorsa Ducati, dibandingkan Locatelli yang mujur dengan langsung masuk tim pabrikan PATA Yamaha.

Bassani memiliki finis tertinggi kedua yang mirip dengan Locatelli membantunya memulai serangkaian hasil sepuluh besar - 12 tepatnya.

Mengingat tingkat pengalaman mereka yang berbeda dan mesin yang digunakan kedua pebalap, cukup adil untuk mengatakan bahwa mereka cukup setara meskipun keunggulan harus diberikan kepada Locatelli.

Namun, pertanyaan akan hadir untuk rookie kelas 2022 yang mencakup Iker Lecuona, Xavi Vierge, Hafizh Syahrin, Phillip Oettl, dan Luca Bernardi untuk menyamai Locatelli dan Bassani tahun ini.

Dari kelima pembalap, rasanya Lecuona, yang bergabung dengan tim pabrikan Honda WorldSBK setelah dua musim di MotoGP, memiliki potensi paling besar.

Lecuona memiliki akhir yang solid untuk musim keduanya di MotoGP dan bahkan menunjukkan kecepatan yang cukup untuk membuat tim bertanya-tanya apakah dia mendapatkan waktu untuk beradaptasi di kelas para raja.

Tapi sayangnya untuk Lecuona, Tech3 KTM memilih untuk mempromosikan Remy Gardner dan Raul Fernandez yang sangat mengesankan untuk mengganti dirinya dan Danilo Petrucci.

Sementara Lecuona mungkin adalah pilihan yang paling jelas berdasarkan bakat dan memiliki motor pabrikan di bawahnya, namun HRC memiliki banyak pekerjaan rumah untuk meningkatkan daya saing CBR1000RR-R.

Honda finis terakhir di kejuaraan konstruktor 2021 - lebih dari 50 poin di belakang BMW, sementara di kejuaraan pebalap Alvaro Bautista tempat kesepuluh lebih rendah dari pebalap Yamaha, Kawasaki, Ducati dan BMW.

Kecuali jika Honda dapat memberiLecuona, yang juga baru mengenal ban, elektronik, rem, dan komponen motor WorldSBK lainnya dengan paket yang lebih baik, maka kecil kemungkinan dia dapat menandingi musim Locatelli yang dibekali salah satu motor terbaik di kejuaraan.

Ini berarti hal yang sama berlaku untuk pembalap Moto2 tahun lalu Xavi Vierge dan Hafizh Syahrin, yang juga memiliki pengalaman MotoGP, namun MIE Honda di atas kertas akan sulit bertarung untuk lima besar.

Dua pebalap lain yang mungkin akan memiliki peluang terbaik untuk bersaing memperebutkan sepuluh besar secara reguler, adalah dua pembalap baru Ducati, Oettl dan Bernardi.

Oettl dan Bernardi masing-masing akan membalap untuk GoEleven Ducati dan Barni Racing, yang berarti memiliki salah satu paket terbaik di grid yang mereka miliki.

Baik Scott Redding dan Michael Rinaldi meraih banyak kemenangan pada tahun 2021, sementara tempat kedua Bassani di Catalunya setelah memimpin sebagian besar balapan dan berpeluang menang. Sebelum tahun 2021 Rinaldi juga memenangkan balapan di Aragon saat membalap untuk tim GoEleven.

Jika itu tidak cukup untuk menyoroti kekuatan Panigale V4 R, Loris Baz menggantikan Chaz Davies yang cedera di Jerez dan Portimao dan meraih dua podium dalam lima balapan.

Oettl memiliki pengalaman lebih dari Bernardi dan menantang untuk podium reguler di WorldSSP tahun lalu, yang mungkin membuatnya menjadi favorit untuk memiliki tahun terbaik dari rookie mana pun atau tentu saja di antara dua pembalap Ducati.

Namun, musim yang 'baik' untuk Oettl lebih cenderung mewakili jenis hasil yang dikelola Bassani daripada finis lima besar yang konsisten seperti yang dicapai Locatelli.