Meskipun tidak menyapu bersih kemenangan WorldSBK di Misano, penampilan Alvaro Bautista yang mendominasi dua feature race bisa dibilang adalah yang terbaik dibanding pembalap manapun sejauh musim ini.

Terlepas dari pertarungan awal dengan Jonathan Rea (Race 1) dan Toprak Razgatlioglu (Race 2), kecepatan pembalap Ducati itu terbukti sulit diimbangi dengan dua kemenangan lebih dari lima detik pada kedua balapan.

Hanya gagal memenangi Superpole Race karena penampilan heroik Razgatlioglu, Bautista meninggalkan balapan kandang Ducati dengan menambah keunggulan poin dari 17 menjadi 36 poin dari Rea.

Ini juga pertama kalinya musim ini dia finis di depan Rea di ketiga balapan dalam satu akhir pekan; memberi kita kilasan balik pada musim debut Bautista di WorldSBK tahun 2019, juga bersama Ducati.

Namun, mengharapkan Bautista goyah seperti yang terjadi tiga tahun lalu terlihat sulit karena pembalap Spanyol itu bisa mengeliminir kesalahan saat berkendara dalam batas kemampuannya.

Isle of Man TT races - The big debate

Di sisi lain, Rea dan Razgatlioglu jelas berada di batas kemampuan mesin mereka, namun Bautista masih lebih sering unggul daripada tidak.

“Saya senang karena saya bisa cepat tetapi juga, saya bisa memikirkan motornya,” kata Bautista usai memenangi balapan kedua. “Saya bisa tenang dan menyerang ketika saya harus menyerang dan melakukan yang terbaik untuk tidak melewati batas. Saya cukup senang.

“Saya bertarung dengan Jonathan di awal dan dengan Toprak dan, pada saat itu saya melihat kecepatan saya bisa sedikit lebih cepat. Saya mencoba untuk maju seperti yang saya lakukan kemarin. Saya harus menghabiskan beberapa putaran karena pertarungan dengan Toprak sangat bagus. Aku sangat menikmatinya.

“Pada akhirnya, saya bisa meningkatkan jarak saya dengan Toprak dan meraih kemenangan.”

Bautista tidak memikirkan kejuaraan

Meskipun Bautista sedang dalam performa yang luar biasa dan Ducati Panigale V4 R terbukti menjadi salah satu motor terbaik di grid, pembalap Spanyol itu tahu betul bahwa hasil awal musim tidak membawa pulang kejuaraan.

Ia mengacu pada kejadian tiga tahun lalu, di mana Bautista membuang keunggulan 60 poin menjadi defisit lebih dari 150 poin di akhir musim.

Bautista melanjutkan: “Saya tidak memikirkan kejuaraan. Tiga tahun lalu, saya pikir saya lebih dari 60 poin di depan dan kemudian saya kehilangan kejuaraan lebih dari 150. Pada saat ini, itu terlalu cepat.

“Saya mencoba untuk fokus pada pekerjaan yang kami lakukan, menikmati motor seperti yang saya lakukan dan mendapatkan hasil maksimal di semua kondisi.

“Kadang-kadang, jika saya bisa berjuang untuk menang, saya akan bertarung. Jika saya bisa bertarung untuk posisi kelima, saya akan bertarung. Yang penting adalah menyelesaikan balapan, mendapatkan lebih banyak informasi, dan lebih bersenang-senang mengendarai motor.”

Apakah Bautista menjadi alasan utama kesuksesan WorldSBK 2022 Ducati?

Sementara hanya pebalap dan mesin yang bekerja sama dalam performa terbaiknya yang dapat memenangkan kejuaraan dunia, dua musim terakhir menunjukkan bahwa Bautista mungkin meraih hasil lebih baik dibanding paket yang dimilikinya.

Scott Redding adalah ancaman gelar terhormat di 2020 dan 2021, namun, Bautista memiliki lebih banyak kemenangan di 2019 daripada kedua musim Redding bersama Aruba.it Ducati, sementara dia sudah satu kemenangan lagi untuk menyamai penghitungan pembalap BMW dari tahun lalu (7) .

Bautista juga satu-satunya pebalap yang finis di podium di setiap balapan sejauh musim ini, sementara rekan setimnya Michael Rinaldi adalah satu-satunya pembalap Ducati lain yang mengklaim podium - finis ketiga di kedua balapan fitur Misano.

Jadi, apakah dominasi ini lebih karena Bautista atau superioritas Panigale V4 R?