Max Verstappen memang meraih kemenangan di Barcelona, dan langsung memimpin klasemen ketika rivalnya Charles Leclerc harus memarkir mobilnya usai masalah teknis.

Namun terlepas dari jarak 13,072 detik yang nyaman dari rekan satu timnya Sergio Perez di Red Bull, ini bukanlah balapan yang mudah bagi juara dunia bertahan.

Kehilangan posisi kedua setelah melebar di Tikungan 4 pada Lap 9, Verstappen juga harus berjibaku dengan masalah DRS yang menggagalkan pole pada kualifikasi hari Sabtu.

Max, yang terdengar sangat emosional, menumpahkan rasa frustrasinya kepada engineer balapnya, Gianpiero Lambiasse, karena DRS yang tidak bisa terbuka sebagaimana mestinya saat coba menyalip George Russell dari Mercedes.

Radio tim: Max, info: tutup DRS tidak terbuka setelah putaran terakhir. Terus mencoba.

Radio tim: OK Max, supaya Anda tahu, DRS berhasil…

Radio tim: DRS tidak berfungsi…

Max Verstappen: Di mana DRS sialan itu!

Max Verstappen: Anda bahkan tidak bisa membuat DRS f****** bekerja!

Radio tim: Max, coba tekan DRS setelah kerbing Anda…

Radio tim: Max, saya pikir Anda mungkin telah menutupnya terakhir kali ...

Max Verstappen: Karena saya menekannya 50 f****** kali sebelum terbuka!

Radio tim: Coba tekan satu tombol setelah [melintasi] kerb…

Kepala tim Red Bull Christian Horner berkata kepada Sky: "[Verstappen] melampiaskan rasa frustrasinya. Ada kemarahan di jalan, pada saat itu, yang dapat dimengerti. Dia pasti telah menekan tombol 50 kali secara lurus. Ini adalah sesuatu yang harus kita atasi."