Sebuah pernyataan tim berbunyi: “Menyusul penyelidikannya atas insiden online yang melibatkan Juri Vips, Oracle Red Bull Racing telah memutuskan kontrak Juri sebagai pebalap penguji dan cadangan. Tim tidak memaafkan segala bentuk rasisme.”

Konfirmasi Red Bull bahwa Vips telah didepak dari tim datang pada hari yang sama ketika panggilan rasis Nelson Piquet terhadap Lewis Hamilton muncul.

Hamilton menanggapi mantan juara dunia F1, dan ayah dari pacar Max Verstappen, dengan serangkaian tweet termasuk: "Mari kita fokus untuk mengubah pola pikir."

Selanjutnya F1, FIA, Mercedes dan Ferrari mendukung Hamilton dengan pernyataan publik menentang rasisme.

Juri Vips (EST), Red Bull

Semuanya berawal pekan lalu saat pembalap Estonia itu mengatakan cercaan rasis saat melakukan live streaming dirinya bermain 'Call of Duty' di platform sosial Twich.

Dia meminta maaf pada saat penangguhannya, dengan mengatakan: “Saya ingin meminta maaf tanpa syarat atas bahasa ofensif yang digunakan selama streaming game langsung hari ini.

“Bahasa ini sama sekali tidak dapat diterima dan tidak menggambarkan nilai dan prinsip yang saya pegang. Saya sangat menyesali tindakan saya dan ini bukan contoh yang ingin saya berikan. Saya akan bekerja sama dengan penyelidikan sepenuhnya."

F1 menghadapi persoalan rasisme besar

<a class=Lewis Hamilton (GBR) Mercedes AMG F1 in parc ferme. Formula 1 World Championship, Rd 9, Canadian Grand Prix, Montreal," data-delta="3" data-fid="1742528" data-media-element="1" src="https://cdn.crash.net/styles/large/s3/pa/3128614.0064.jpg?itok=66kY1vFK" typeof="foaf:Image" />

Pada hari-hari menjelang Grand Prix Inggris di Silverstone, isu rasisme di Formula 1 pasti akan menjadi topik utama, dengan Lewis Hamilton serta Red Bull berada di tengah masalah yang terpisah pada hari yang sama.

Piquet Sr. - juara dunia tiga kali yang juga ayah dari kekasih Max Verstappen - menyebut Hamilton dengan istilah rasis, sebelum tim juara bertahan itu memutuskan kontrak Vips yang juga melontarkan ucapan rasis.

Ini adalah waktu yang sangat memilukan karena terjadi jelang balapan kandang Hamilton, juara dunia tujuh kali yang sangat vokal untuk permasalahan rasisme dan keberagaman dalam olahraga.

Kata-katanya tentang isu-isu rasisme dan perubahan sosial mungkin akan semakin kuat saat dia berbicara kepada media di Silverstone pada hari Kamis.