Berbicara kepada Gazzetta Dello Sport jelang Grand Prix Italia akhir pekan ini di Monza, John Elkann mengatakan Ferrari masih menaruh "kepercayaan besar" pada Team Principal Mattia Binotto, namun mengakui bahwa tim F1 masih harus berbenah untuk menjadi penantang gelar.

Ferrari mengawali musim dengan harapan tinggi untuk gelar juara dunia pertamanya sejak 2008 setelah Charles Leclerc memenangi dua dari tiga balapan pertama. Namun prospek The Prancing Horse runtuh secara dramatis oleh rentetan kesalahan strategi, masalah reabilitas, sampai kesalahan pembalap.

Lewis Hamilton VS Fernando Alonso - THE RIVALRY! | F1 2022

Binotto, yang merupakan bagian dari Ferrari saat mendominasi F1 pada awal 2000-an, menghadapi tekanan dalam perannya sebagai Team Principal meski bersikeras tidak ada perubahan dalam tim.

“Kami sangat percaya pada Mattia Binotto dan menghargai semua yang telah dia dan semua teknisi kami lakukan,” kata Elkann. “Tetapi tidak ada keraguan bahwa pekerjaan di Maranello, di garasi, di dinding pit dan di dalam mobilperlu ditingkatkan.

“Kami harus terus membuat kemajuan dan itu berlaku untuk mekanik, insinyur, pebalap, dan tentu saja, seluruh tim manajemen, termasuk Team Principal.

“Kami telah melihat bahwa masih ada terlalu banyak kesalahan dalam hal keandalan, pembalap, dan strategi.

“Menempatkan kepercayaan kami pada Binotto dan timnya adalah keputusan yang tepat dan itu terbayar. Berkat mereka kami kompetitif dan menang lagi.

"Tapi saya tidak puas karena saya pikir kami selalu bisa melakukan yang lebih baik."

Gelar juara dunia 2022 secara realistis di luar jangkauan Ferrari jika melihat besarnya keunggulan poin Red Bull dan Max Verstappen. Pembalap Belanda itu memimpin kejuaraan dengan 109 poin dan bisa meraih mahkota pembalap keduanya paling awal di Singapura.

Terlepas dari dominasi Red Bull tahun ini, Elkann yakin bahwa Ferrari akan mengakhiri penantian panjangnya untuk meraih gelar juara sebelum 2026, ketika siklus regulasi mesin berikutnya mulai berlaku.

“Target pertama kami adalah menjadi kompetitif,” tambahnya. “Jika tidak, maka Anda tidak punya tempat untuk pergi, sedangkan Anda selalu dapat bekerja dengan keandalan.

“Itulah mengapa saya percaya bahwa sebelum 2026 Ferrari akan sekali lagi memenangkan gelar konstruktor dan pembalap, dengan Charles Leclerc di posisi terdepan. Kami beruntung memiliki dua pembalap hebat, mungkin pasangan terkuat di Formula 1.”