Setelah McLaren, Scuderia AlphaTauri, dan Alfa Romeo, Red Bull Racing jadi tim keempat yang meluncurkan mobil F1 musim 2021 mereka, Red Bull RB16B, pada Selasa (23/2).

Merupakan pengembangan lanjutan dari RB16, Red Bull RB16B menjadi salah satu mobil yang diharapkan memberi ancaman lebih ke Mercedes, sekaligus membantu skuat Milton Kenyes memperebutkan gelar juara dunia pembalap dan konstruktor, yang terakhir diraih tahun 2013.

Dengan sebagian besar komponen mekanis masih sama seperti RB16, Red Bull memanfaatkan progres yang dibuat dengan RB16 menjelang akhir tahun 2020 dalam evolusi mobil terbarunya.

LIHAT JUGA: Red Bull memamerkan RB16B yang ditingkatkan untuk musim F1 2021

Meskipun Max Verstappen dinilai dapat menjinakkan RB16 dengan menang di F1 GP 70th Anniversary dan balapan penutup GP Abu Dhabi, Red Bull kesulitan dengan masalah keseimbangan mobil yang cukup rumit, dan bekerja keras untuk mengatasinya.

Berbeda dari Mercedes yang mengakhiri pengembangan mobil 2020 di sekitar GP Belgia pada bulan Agustus, Red Bull fokus mengatasi masalah RB16, dan memastikan sasis musim 2021 tidak mengalami masalah serupa.

2757413.0064.jpg

Asalkan bisa mengatasi masalah yang kerap terjadi saat wind tunnel dan korelasi CFD yang ditenggarai sebagai faktor start awal yang lambat hingga tahun 2020, Red Bull RB16B diyakini bisa memberi ancaman yang lebih besar untuk Mercedes tahun ini.

Red Bull memiliki momentum setelah mengakhiri musim lalu dengan catatan kemenangan di F1 GP Abu Dhabi, dan akan disokong Powe Unit baru Honda, yang tengah berambisi menutup kisah di F1 dengan torehan tinta emas.

Perombakan juga dilakukan tim di susunan pembalapnya setelah merekrut Sergio Perez untuk jadi rekan satu tim Verstappen di F1 musim 2021, sedang Alex Albon diplot sebagai pembalap cadangan.

“Satu-satunya hal yang akan saya katakan adalah bahwa jelas banyak komponen mobil tahun ini akan dibawa ke RB16B, khususnya dalam hal gearbox, sasis, dan elemen suspensi,” kata Horner pada bulan Desember setelah timnya mengalahkan Mercedes di Abu Dhabi.

"Elemen besar dari performa mobil adalah aerodinamis, dan itu dapat diubah untuk tahun depan. Filosofi kami adalah apa pun yang kami pelajari tahun ini dapat dibawa ke tahun depan.

“Mereka [Mercedes] adalah tim yang sangat kuat, mereka memiliki kekuatan dan kedalaman yang hebat dan kami telah melihat bahwa mereka telah membawa beberapa komponen ke dalam mobil, dan tentu saja kami memprediksi mereka akan sangat kuat tahun depan. Tapi jika kita bisa membangun momentum ini, mudah-mudahan, kita bisa mempersulit mereka. ”

Akankah RB16B menjadi mobil yang pada akhirnya mengakhiri dominasi F1 Mercedes? Beri tahu kami di kolom komentar di bawah dan jangan lupa like dan subscribe Crash F1.