Max Verstappen mengatakan "tidak masuk akal untuk mengangkat" peluang Red Bull untuk menantang kejuaraan dunia Formula 1 bahkan sebelum musim dimulai.

Setelah menuntaskan musim 2020 terpaut 254 poin dengan dua kemenangan, Red Bull Berharap untuk memberi perlawanan lebih sengit kepada Mercedes, sembari menjaga asa untuk meraih titel juara dunia pembalap dan kosntruktor pertama sejak 2013.

Untuk itu, Red Bull sudah menyiapkan RB16B, evolusi mobil tahun lalu yang diklaim lebih baik, Power Unit spesifikasi baru dari Honda, dan rekan satu tim baru untuk Max Verstappen, Sergio Perez.

Berbicara kepada media terpilih menjelang musim baru, Verstappen, yang bersama Perez mendapat kesempatan untuk menjajal RB16B satu hari setelah peluncuran di Silverstone, memilih tak ingin sesumbar soal peluang timnya di musim 2021.

Ditanya apakah dia merasa Red Bull bisa memberi perlawanan lebih sengit kepada Mercedes di 2021 ini, Verstappen menjawab: “Kami belum tahu, jujur saja. Saya selalu sangat realistis dan tidak masuk akal untuk membicarakan banyak hal sekarang.

“Kami harus pergi ke Bahrain dan melihatnya di sana, pada balapan pertama, dan melihat apakah kami berhasil atau tidak. Kami tahu di mana kami ingin berada, dan ke mana kami ingin pergi dan itulah yang sekarang perlu kami coba dan sadari. "

Verstappen mengatakan dia mencari "lebih banyak grip dan lebih banyak tenaga" dari RB16B Red Bull yang diperbarui, dengan Honda bekerja keras selama musim dingin untuk mempercepat pengenalan mesin spesifikasi baru yang awalnya ditujukan untuk tahun 2022.

“Orang-orang selalu berbicara tentang bagian belakang yang tidak stabil, saya pikir itu hanya [karena] grip keseluruhan yang sedikit berkurang,” jelasnya.

"Juga, kami sedikit kekurangan tenaga [Power Unit]. Kami tahu itu - tidak ada rahasia di baliknya, Anda bisa melihatnya. Jadi kami banyak bekerja dengan Honda sepanjang musim dingin.

“Semuanya tampak menjanjikan, tapi tidak masuk akal sekarang untuk membicarakan semuanya. Pertama-tama, lebih penting untuk pergi ke trek di Bahrain dan mencoba melakukan pembelajaran terbaik yang kami bisa pada mobil dan mesin untuk mengoptimalkan segalanya.

“Saya ingin tetap rendah hati dan fokus pada pekerjaan kami. Kita harus berbicara di trek, bukan di samping trek. Itulah yang saya sukai. ”

Sementara Verstappen mengatakan masih terlalu dini untuk mengenal RB16B secara layak dari sesi Shakedown, dia berharap bahwa pekerjaan tim untuk mengatasi masalah yang dialami mobil spesifikasi 2020, RB16, akan membuahkan hasil dan memungkinkan Red Bull untuk memulai musim lebih baik kali ini.

“Mobil selalu di batasnya, dan mobil cepat tidak pernah semudah itu dikendarai, karena jika menjadi sangat mudah untuk dikendarai, seringkali mobilnya terlalu understeer,” kata Verstappen.

"Saya hanya ingin lebih banyak grip, bukan berarti sulit untuk dikendarai karena Anda hanya beradaptasi dengan situasi Anda saat ini. Saya pikir di akhir musim Mercedes berhenti mengembangkan mobil itu entah sejak kapan, Juni atau Juli, karena Anda tidak bisa melihat banyak pembaruan.

“Kami terus belajar dan kami tahu kami memiliki beberapa masalah dengan mobil itu, dan kami ingin memperbaikinya. Juga mengetahui regulasi tidak akan banyak berubah, jelas floor berubah sedikit tetapi secara umum, mobil tetap sama.

“Bagi kami, penting untuk mengatasinya, dan mari kita lihat tahun ini apakah kami mendapat peningkatan lebih atau bahkan lebih baik, dan semoga kami bisa lebih kompetitif dibandingkan dengan Mercedes."

 

Comments

Loading Comments...