Finis ketiga di F1 GP Bahrain, Valtteri Bottas mengaku tidak senang dengan pilihan strategi timnya, Mercedes. Pembalap Finlandia itu menggambarkan dirinya terjebak dalam strategi yang sama seperti rekan timnya, Lewis Hamilton, yang dianggap defensif dan tidak normal.

Mercedes memutuskan bahwa strategi untuk mencoba melakukan undercut terhadap Max Verstappen - yang berhasil dilakukan oleh Hamilton - adalah pilihan terbaik setelah Bottas kehilangan waktu penting ketika dia tertinggal di belakang pembalap Ferrari Charles Leclerc di awal.

Sempat tercecer di awal balapan, Bottas melakukan comeback pada fase tengah balapan dan membayangi duo terdepan. Namun, ia kembali mengalami masalah pit-stop yang praktis merusak peluangnya untuk menang.

Sebagai gantinya, Mercedes kembali meminta Bottas masuk pit untuk ketiga kalinya jelang akhir balapan untuk mengganti ban, dan fokus mencari satu poin tambahan dari fastest lap.

"Saya pikir tidak ada strategi apa pun di atas meja," kata Wolff. “Karena kami juga coba melakukan undercut terhadap Valtteri yang menurut saya akan mengubah balapan untuknya.

“Hasil yang tidak kami harapkan adalah dia kehilangan posisi di awal balapan dan dia tidak bisa memangkas jarak dengan dua orang di depan. Pitstop kedua dilakukan untuk meng-undercut Max, dan saya berpikir kami mungkin berhasil, tapi kami memiliki masalah dengan wheel-gun roda kanan depan.

“Kalau begitu saya tidak tahu strategi apa lagi yang bisa kami jalankan, satu pemberhentian jelas tidak mungkin. Ban Mediumnya tidak akan sampai ke akhir, hard di tengah stage sudah kehabisan performa.

“Tidak ada pilihan lain yang tersedia. Tapi saya benar-benar memahami rasa frustrasi di dalam mobil ketika Anda memiliki informasi terbatas dan berkata 'Saya pikir kita bisa melakukan sesuatu yang lain.' ”

Hamilton kemudian menang hanya dengan 0,745 detik atas Verstappen menyusul hasil akhir balapan yang mendebarkan, sementara Bottas finis hampir 40 detik di belakang keduanya.

 

Comments

Loading Comments...