Pembalap Aston Martin, Lance Stroll, kehilangan kendali atas mobilnya saat berada di P4 pada Lap 29 GP Azerbaijan karena ledakan ban kiri-belakang yang dramatis, insiden pertama dari dua kejadian yang menggambarkan gilanya balapan di Baku Street Circuit.

Setelahnya, giliran Max Verstappen kehilangan pimpinan balapan karena ledakan serupa saat melaju di kecepatan 320 km/jam di sepanjang lintasan lurus Baku.

Menanggapi hal ini, pemasok ban F1 Pirelli menyimpulkan penyelidikannya dan merilis temuannya pada Selasa (15/6), mengatakan baik Stroll dan Verstappen mengalami "pecah melingkar di dinding samping bagian dalam" yang "terkait dengan kondisi ban yang dipakai".

Dugaan awal Pirelli mengatakan pecahnya ban kiri belakang disebabkan oleh debries akhirnya dimentahkan, dugaan lain yang mengacu pada kondisi ban yang semakin terkikis juga tidak tepat.

Red Bull mengeluarkan pernyataan pada hari Selasa setelah penyelidikan yang mengkonfirmasi bahwa "tidak ada kesalahan mobil yang ditemukan" dan bersikeras bahwa itu mengikuti parameter ban Pirelli "setiap saat".

2822832.0064.jpg

Pada hari Rabu, Aston Martin merilis pernyataan yang hampir identik yang berbunyi: "Menyusul masalah ban pada mobil Lance Stroll pada putaran 29 Grand Prix Azerbaijan, kami telah bekerja dengan FIA dan Pirelli selama penyelidikan mereka.

"Kami dapat memastikan tidak ada kesalahan mobil yang menyebabkan ban gagal. Tim selalu mengoperasikan bannya dalam parameter yang ditentukan Pirelli dan akan terus melakukannya."

Meskipun Pirelli tidak secara langsung menyalahkan tim atas insiden di Baku, FIA telah bergerak untuk memberlakukan Petunjuk Teknis yang akan memberlakukan tindakan ban baru, mulai dari Grand Prix Prancis akhir pekan ini di Paul Ricard.

Selain mengatur tekanan awal minimum seperti biasanya, Pirelli juga akan mengatur tekanan minimum untuk ban setelah berlari di trek. Pemeriksaan acak akan dilakukan pada mobil sepanjang akhir pekan balapan untuk memastikan tim mematuhi semua parameter.

F1 | Each team's best car livery | F1 2021