Formula 1 memulai triple-header pertamanya pada tahun 2021 saat Sirkuit Paul Ricard menjadi tuan rumah F1 GP Prancis akhir pekan ini. Awalnya dijadwalkan untuk akhir pekan depan, balapan di Sirkuit Paul Ricard dimajukan seminggu menyusul pembatalan Grand Prix Turki.

Memulai debutnya di kalender F1 tahun 2018, Sirkuit Paul Ricard sejauh ini belum menampilkan balapan yang seru dengan dua balapan di Le Castellet yang didominasi oleh Lewis Hamilton. Punya sejarah bagus, Mercedes coba bangkit dari dua akhir pekan yang mengecewakan di Moanco dan Baku.

KLIK DI SINI UNTUK MENGIKUTI LIVE UPDATE F1 GP PRANCIS CRASH.NET

Hamilton membuntuti Max Verstappen dengan hanya empat poin di kejuaraan pebalap, sementara Red Bull memiliki keunggulan 26 poin di konstruktor menyusul kemenangan pertama Sergio Perez di Azerbaijan.

Setelah membintangi sirkuit jalanan, Ferrari sepertinya akan kembali kesulitan, dan memungkinkan McLaren untuk merebut kembali posisi ketiga. Alpine akan mengincar kinerja yang kuat di kandang, khususnya dengan pembalap lokal Esteban Ocon yang baru saja menandatangani kontrak tiga tahun baru dengan tim.

Apa yang diharapkan dari akhir pekan ini?

Kondisi diperkirakan akan tetap kering hingga Jumat dan Sabtu, dengan kemungkinan besar hujan sebelum dimulainya balapan. Pirelli telah menominasikan ban C2, C3 dan C4 untuk akhir pekan ini.

Menjelang akhir pekan, Mario Isola dari Pirelli mengatakan: “Kami kembali ke kombinasi ban yang digunakan untuk dua balapan pertama tahun ini, tepat di tengah kisaran. Ini adalah kombinasi yang paling serbaguna, sangat cocok untuk berbagai macam tuntutan yang berbeda, dan ini juga yang membuatnya cocok untuk sirkuit Paul Ricard, yang memiliki campuran tikungan yang menarik.

“Ini juga menjadikan Paul Ricard tempat pengujian yang baik, dan sementara kami tidak mengadakan balapan Formula 1 di sana selama dua tahun, kami telah menguji ban basah 18 inci tahun depan di trek ini di awal musim, dan kami juga balapan di sana bulan lalu di GT World Challenge.

"Untuk Prancis, kami bertahan dengan nominasi yang sama seperti yang kami miliki di Grand Prix Prancis terakhir, yang menghasilkan satu-stopper untuk sebagian besar pembalap. Namun, kami melihat bahwa ada beberapa jenis one-stopper yang dijalankan, sehingga memunculkan sejumlah strategi berbeda.”