UEFA mencegah rencana pemerintah Munich untuk menyalakan stadion Allianz Arena, yang akan dipakai untuk pertandingan Euro 2020 Jerman vs Hongaria kemarin, dengan warna pelangi yang diidentikan dengan LGBTQ+. Hal ini mengundang reaksi paddock F1, termasuk juara dunia empat kali Sebastian Vettel.

Pride sendiri merupakan gerakan yang hadir sebagai tindakan solidaristas dalam menanggapi Hungaria yang mengesahkan undang-undang anti-gay untuk melarang penggambaran dan promosi homoseksualitas kepada anak di bawah 18 tahun di sana.

UEFA berdiri teguh pada keputusannya untuk memblokir simbol pride, yang memicu protes selama beberapa hari di Jerman. Mengomentari hal ini, Vettel meminta Federasi Sepakbola Eropa itu untuk memikirkan kembali pendekatan mereka dalam pelarangan pesan seperti itu.

"Saya tidak tahu semua detailnya, tetapi saya pikir untuk memaafkannya sebagai pesan politik, saya pikir itu jalan yang salah," katanya. “Ini jelas tidak merugikan siapa pun dan saya pikir itu adalah pesan bagus yang ingin mereka kirimkan dan tidak diizinkan.

"Jadi saya pikir beberapa institusi perlu memikirkan kembali pendekatan mereka dalam melarang pesan-pesan ini. Seperti yang saya katakan, itu adalah arah ke depan dan saya tidak memahaminya."

Penjaga gawang Jerman Manuel Neuer telah menunjukkan dukungannya untuk komunitas LGBT+ selama turnamen Euro 2020 dengan mengenakan ban kapten berwarna pelangi. Awal pekan ini, UEFA membatalkan penyelidikan atas ban kapten Neuer.

Inisiatif Neuer juga akan diikuti kapten Belanda, Georginio Wijnaldum, yang juga akan mengenakan ban lengan pelangi untuk pertandingan babak 16 besar timnya melawan Republik Ceko di Budapest.