Daniel Ricciardo melakukan perpindahan mengejutkan dari Red Bull untuk bergabung dengan Renault pada akhir 2018, sebelum pindah dari skuat Prancis dua tahun berselang untuk membela McLaren, tim keduanya sejak meninggalkan Milton Kenyes.

Balik ke musim panas 2018, ketika ia mempertimbangkan masa depannya, Ricciardo merasa pindah dari Red Bull adalah langkah tepat untuk mengejar ambisinya sebagai juara dunia. Namun, Ricciardo belum lagi menang sejak meninggalkan tim.

Sebaliknya, Red Bull berevolusi menjadi pesaing gelar yang mumpuni tahun ini. Mereka unggul 44 poin atas Mercedes di klasemen konstruktor, sementara mantan rekan satu timnya, Max Verstappen, kini memimpin 32 poin atas Lewis Hamilton di klasemen pembalap.

Melihat bagaimana posisinya dan Red Bull saat ini, Ricciardo mengaku tidak menyesal sudah meninggalkan tim yang dibelanya selama lima tahun antara 2014-2018.

"Saya tidak menyesal," kata Ricciardo menjelang Grand Prix Inggris akhir pekan ini di Silverstone. “Saya membuat setiap keputusan karena suatu alasan, dan setiap keputusan yang Anda buat adalah waktu atau momen dalam hidup Anda yang benar atau terbaik saat itu.

“Jadi saya tentu tidak melihat ke belakang dengan penyesalan atau mempertanyakan apa pun.”

Pun demikian, Ricciardo menekankan dirinya senang menyaksikan Red Bull menikmati musim yang sukses, setelah memenangkan enam dari sembilan balapan pembuka sejauh ini pada tahun 2021.

“Saya melihat hasil mereka tahun ini - saya kira itu mungkin dari mana pertanyaan itu berasal - apakah saya menyesal atau berpikir, 'mungkinkah itu saya?' Tapi saya melihat itu dan sejujurnya saya senang untuk mereka,” tambahnya.

“Jangan salah paham, saya ingin menang tetapi bagus untuk mereka, mereka menantang Mercedes dan mereka terlihat seperti sedang berburu gelar tahun ini.

“Saya sempat bertemu dengan Christian [Horner, bos Red Bull] di Austria dan beberapa orang Red Bull dan saya senang mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Tapi tentu saja tidak ada penyesalan.”