Poyek ini diharapkan rampung pada akhir 2022 atau awal 2023, dan dibangun di dekat markas Aston Martin saat ini di Silverstone, yang merupakan langkah awal sebagai calon penantang gelar di masa mendatang.

Sejak akuisisi Lawrence Stroll atas tim di pertengahan tahun 2018, tim tersebut telah menguraikan ambisi kejuaraan jangka panjangnya. Setelah menghabiskan dua tahun awal sebagai Racing Points, tim resmi berganti nama menjadi Aston Martin.

Juara dunia empat kali Sebastian Vettel direkrut sebagai pengganti Sergio Perez, menyoroti ambisi tim untuk bergerak maju. Pabrik baru akan terdiri dari tiga bangunan, salah satunya sebagai lokasi terowongan angin baru yang akan dibangun pada kuartal ketiga tahun 2023.

Pada hari Senin, upacara peletakan batu pertama berlangsung dengan Stroll dan Ketua JCB Lord Bamford hadir.

Berbicara tentang berita tersebut, Stroll berkata: “Sangat menginspirasi untuk melihat di mana kita sekarang dalam konteks tantangan dan ambisi arsitektur dan organisasi yang ada di depan.

"Bangunan baru kami tidak hanya mencerminkan ruang lingkup tekad kami untuk menjadi kekuatan pemenang Kejuaraan Dunia, tetapi juga skala pertumbuhan dan perkembangan kami sebagai sebuah organisasi.

“Saya merasa sangat yakin bahwa setiap bangunan adalah representasi yang kuat dari orang-orang yang bekerja di dalamnya, dan saya senang kami menciptakan rumah baru di mana orang dapat bekerja, berkolaborasi, berkreasi, dan menang bersama.

“Sangat menyenangkan untuk berpikir bahwa seluruh tim akan berada di rumah barunya pada akhir 2022 atau awal 2023, dan saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada semua mitra kami yang mengerjakan proyek ini.”

Aston Martin telah mengalami musim 2021 yang sulit karena berada di urutan ketujuh dalam kejuaraan konstruktor, di belakang Alpine dan AlphaTauri.