Jean Todt telah menghabiskan tiga masa jabatan presiden, dan akan mengundurkan diri dari perannya pekan depan setelah 245 klub anggota FIA memilih antara Mohammed Ben Sulayem dari Uni Emirat Arab atau Graham Stocker dari Inggris sebagai suksesornya.

Dengan mundurnya Todt sebagai orang nomor satu di FIA, muncul rumor bahwa pria Prancis itu akan kembali ke Ferrari sebagai konsultan, posisi yang sama seperti Niki Lauda di Mercedes sebelum meninggal tahun 2019.

Menjadi figur kunci sebagai Team Principal bagi The Prancing Horse saat mendominasi olahraga di tahun 2000-an awal, pengalaman Todt sangat cocok untuk membantu Ferrari kembali ke masa kejayaanya.

Namun berbicara selama Grand Prix Abu Dhabi akhir pekan ini, Binotto membantah bahwa Ferrari telah melakukan pembicaraan dengan Todt.

“Saya mendengar dan saya membaca tentang beberapa spekulasi dalam hal itu,” kata Binotto. “Yang bisa saya katakan sejauh ini hanyalah spekulasi.

“Secara pribadi, saya bekerja dengan Jean Todt, dia telah menjadi bos saya. Saya pikir saya belajar banyak darinya. Merupakan suatu kehormatan untuk bekerja dengannya dan saya akan mengatakan bahwa, juga, apa pun yang akan terjadi di masa depan.

"Akan tetap menjadi suatu kehormatan bagi saya untuk bekerja sama dengannya karena saya masih percaya bahwa, sebagai Mattia dan sebagai sebuah tim, masih banyak yang harus dipelajari.”