Max Verstappen mengalahkan Lewis Hamilton pada balapan final yang dramatis di Sirkuit Yas Marina Abu Dhabi, memberi Honda gelar juara dunia F1 pertama mereka sejak Ayrton Senna tahun 1991.

Hal ini menjadi penutup yang manis bagi pabrikan Jepang pada era turbo-hybrid, khususnya setelah awal yang sangat buruk bersama McLaren antara 2015-2017 dengan Fernando Alonso muncul sebagai kritikus utama.

Salah satu yang paling terkenal adalah julukan "mesin GP2" untuk Power Unit Honda pada Grand Prix Jepang 2015. 

Menurut Alonso, yang kini membela Alpine, filosofi baru dan mempekerjakan 'orang yang tepat' menjadi alasan utama Honda kembali ke puncak Formula 1.

"Jelas, ketika mereka meninggalkan McLaren, saya pikir mereka tidak pada titik bermimpi untuk kejuaraan Formula 1 tetapi mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik," terang juara dunia dua kali itu.

"Mereka menunjuk orang yang tepat, saya pikir mereka mengubah manajemen dan mereka memperkenalkan filosofi baru. Mereka melakukan pekerjaan itu, saya sangat senang untuk mereka.

“Saya berbicara dengan Yamamoto-San selama tiga atau empat Grand Prix terakhir ini karena saya memiliki hubungan yang sangat baik dengannya, kepala motorsport di Honda.

"Dia adalah orang yang memungkinkan saya untuk menguji MotoGP dll dan kami masih dalam hubungan yang baik dan dia adalah orang pertama yang saya ucapkan selamat setelah Max pada hari Minggu di parc ferme.

“Saya senang untuk mereka. Saya sedih mereka pergi sekarang, tetapi mudah-mudahan mereka kembali.”